Gerakan Pemuda Harus Dikoreksi

Written by Muhammad Syafii   
Friday, 11 January 2008

Jombang – Pemuda Indonesia dinilai kehilangan ruh perjuangan karena sistem yang belum fokus dan banyak terpengaruh oleh birokrasi politik yang membuat idealisme para pemuda tersebut tergadai secara tidak langsung dan merubah pergerakan. Kritikan tersebut mengemuka saat refleksi gerakan pemuda Indonesia, pada rabu (9/1) malam di Aula Radio Komunitas Suara Warga FM Jombang, yang diselenggarakan organisasi kepemudaan, Forsis Jombang, HMI cab jombang, Fosimajo, Tabloid wacana, karang taruna 7 bintang dan FMJ UIN Malang.
 
Ahmad Rizal AFF, aktivis Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Jakarta dan Komite Mahasiswa Anti Imperialisme (KM-AI) menjabarkan secara singkat namun detail tragedi-tragedi sejarah sejak masa perjuangan hingga masa pasca reformasi untuk menggugah kembali semangat pergerakan para pemuda dan kembali pada arah tujuan pergerakan.
 
Dalam forum refleksi tersebut, beberapa statemen menggelitik sempat muncul dari beberapa pihak, diantaranya Aan Anshori, direktur Lingkar Indonesia Untuk Keadilan (Link). Ia menyatakan, jika ormas-ormas atau lembaga dari gerakan masyarakat bersatu, maka akan ada beberapa pihak yang terganggu dan tidak suka serta pada akhirnya menggulirkan isu untuk menghantam mereka. ”misalnya saja isu politisasi, isu soal permainan dan lain sebagainya hingga akhirnya tidak ada gerakan yang cukup fundamental dan tidak bersatu.” sebut pengurus LBH NU Jombang ini menanggapi mandulnya gerakan pemuda saat ini.
 
Refleksi yang dilangsungkan menjelang pergantian tahun baru hijriyah ini diharapkan mampu menggugah semangat pergerakan dari para peserta refleksi dan para pemuda pada umumnya.
Sementara itu, Obeng, salah seorang perserta dari persatuan PKL Jombang, merasa kurang puas dengan hasil diskusi saat refleksi tersebut. Ia menyatakan, diskusi yang dilakukan tersebut hanya kulitnya saja. ”yang terpenting adalah aktivitas pergerakannya, selama ini pergerakan-pergerakan pemuda banyak sekali yang dijadikan alat oleh kepentingan-kepentingan politik yang tidak jelas, sementara mereka tidak sadar itu.” tandasnya.
 
Lebih lanjut Obeng mengatakan, pemuda harus berdaya agar mampu melaksanakan amanat sebagai generasi penerus bangsa. ”yang terpenting saat ini adalah kreatifitas, para pemuda harus memupuk kreatifitas mereka untuk berkarya.” tegas PKL yang mangkal dikawasan GOR Merdeka Jombang ini. (Er)
sumber:
http://lakpesdamjombang.org/home/index.php?option=com_content&task=view&id=126&Itemid=1 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: