Irvan Ali Fauzi: Anak Bandel dari Karawang

Nada-nada revolusi seakan bergemuruh dari teriakan lantang seorang anak dari sebuah keluarga petani di Kota Lumbung Padi, Karawang. Ruh revolusioner yang menancap di lubuk hatinya seolah enggan hengkang ketika teriakan lantang revolusi belum menemui deadlock-nya. Digenggamnya erat slogan perubahan pantang mundur sebelum berhasil, bak pemadam kebakaran yang pantang menyerah sebelum api padam.

Itulah sosok Irvan Ali Fauzi, mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Jurusan Pemikiran Politik Islam, lahir untuk perubahan dan bercita-cita mengoposisi ketertindasan dan kedzaliman.Pergulatan hidup mengenalkannya pada Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI). Kehadirannya di LS-ADI menuntut untuk proaktif mengaspirasikan suara kegelisahan dan ketertindasan rakyat akibat ketimpangan yang disebabkan oleh globalisasi dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang salah.Irvan, sosok yang merindukan perubahan, galau melihat kesewenang-wenangan, dan resah terhadap penindasan. 

Dalam menyikapi kondisi kampus yang sudah tidak lagi berpihak terhadap mahasiswa, matinya daya kritis mahasiswa selalu menghantui cakrawala pikirannya. Bersama kawan-kawan aktivis yang tergabung di Alinasi Mahasiswa Ciputat (AMC), dia menggagas Derita UIN, sebuah buletin satir yang memposisikan diri sebagai oposisi dan  “plesetan” terhadap buletin resmi rektorat, Berita UIN. Kehadiran Irvan menakhodai buletin itu sebagai pemimpin redaksi, sangat berarti untuk menginformasikan keresahan-keresahan yang tengah menghiasi kampus pembaharu ini. Pengalamannya di ProBanten, sebuah tabloid mingguan di Banten sangat berarti mengasah kemampuannya dalam dunia jurnalistik.

Selama medio 2005-2006, Irvan mencoba membuktikan bakat kepemimpinannya dengan menjadi Ketua Umum HMI MPO Cabang Jakarta Selatan. “Mencoba memberikan yang terbaik, melayani, dan berusaha menjadi teladan” adalah mottonya. Dengan itu, di organisasi ini dia berusaha menularkan daya kritisisme dan aktivisme pada anggota HMI di kampus-kampus di Jakarta Selatan dan sekitarnya seperti UIN, PTIQ, IIQ, UMJ, STIT Insida, Mahad Utsman Bin Affan dan URINDO.

Koalisi Anti Utang (KAU) adalah tempatnya bergiat saat ini. Sebagai Media Outreach, perannya di organisasi non pemerintah (NGO) ini menjadi signifikan untuk mengampanyekan isu penghapusan utang negara dan perlawanan terhadap kapitalisme global.

Ketika Kru Blog ini bertanya padanya tentang apa arti semua yang telah dilakukannya. Dia hanya menjawab, ”Ah, itu semua ’kan cuma main-main, belum berarti apapun.” Dasar anak bandel!!

2 comments so far

  1. TOLENG on

    lumayan………..

    aya nu kitu budak karawang dijakrta

    sadar teu?

  2. TOLENG on

    lumayan………..

    aya nu kitu budak karawang dijakrta

    sadar teu?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: