Ray Rangkuti

raybegaye.jpg

Lajang Mandailing (orang sering menyebutnya Batak, padahal sungguh berbeda antara Batak dan Mandailing) ini adalah salah satu pendiri LS-ADI pada tahun 1996.

Sejak tahun 1992, ia menginjakkan kaki di Ciputat dan bergabung dengan Formaci (Forum Mahasiswa Ciputat). Di Formaci saat itu, watak gerakannya sudah sangat menonjol. Bersama Abdul Rahman ia mengorganisir demonstrasi di Ciputat dan sekitarnya.

Berikutnya, ia terlibat penuh dalam pengorganisasian aksi-aksi di Jakarta, dan sempat ikut mandegani lahirnya Forum Kota (Forkot), FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa seJabotabek), dan Forma (Forum Mahasiswa) Indonesia.

Ketika eberapa tokoh, termasuk Cak Nur dan Goenawan Mohamad berinisiatif mendirikan KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu), Ray ada di dalamnya. Ia bertahan di lembaga ini hingga akhir masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal di sana, tahun 2005.

Saat ini dia menjabat sebagai Direktur LIMA (Lingkar Madani untuk Indonesia), lembaga yang dibuat untuk mengkritisi proses demokratisasi Indonesia.

bersambung….

=================== 

Kliping Berita dan Artikel

93 comments so far

  1. […] Oleh : Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) […]

  2. Lisa NH on

    hmmm, dia tak lagi muda sebenarnya tapi selalu ingin muda selamanya…😉

    Please call me to tell you the truth, hehehe

  3. Irvan Ali Fauzi on

    vitalitasmu di dunia aktivisme sudah terbukti. kini saatnya membuktikan di wilayah yg lebih real. apalagi kalo bukan rumah tangga!! ayo bang!!

  4. ray rangkuti on

    Wah…kalau tak mau dibilang muda, percuma dong membujang.Hehehe…

  5. ray rangkuti on

    SUARA KARYA

    Parpol Baru Nasib Lama
    Ray Rangkuti
    Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia

    Kamis, 4 Januari 2007
    Bak jamur di musim hujan, setiap menjelang perhelatan pemilu, partai politik muncul di mana-mana. Animo masyarakat begitu tinggi untuk mendirikan partai politik.

    Begitu juga kondisi menjelang Pemilu 2009. Paling tidak 70 partai politik telah mendaftar ke Depkum HAM. Nama partai begitu beragam. Tapi beberapa nama hanya bersifat bolak-balik dari nama lama.

    Memang, sistem politik kita tak membatasi kehadiran parpol. Sistem proporsional memungkinkan siapa saja mendirikan parpol untuk alasan dan tujuan apa pun selama sesuai dengan tujuan dasar bangsa dan negara.

    Tetapi bukan karena itu maka pendirian parpol dibuat asal jadi. Bukan sekadar persoalan kepemimpinan, tetapi lebih dari itu: penyiapan infra dan suprastruktur merupakan kewajiban pokok dalam pendirian parpol.

    Selain itu, kecermatan membaca suasana dan angin politik juga semestinya menjadi salah satu tolok ukur bagi parpol baru. Dengan demikian, parpol tak sekadar menjadi terdaftar, lalu ikut pemilu ala kadarnya, dan berakhir di papan nama.

    Bagaimana angin politik nasional bagi pendirian parpol saat ini? Jika kita rajin membaca semangat, cara pandang, dan sikap masyarakat terhadap parpol, jelas yang terlihat adalah pesimisme dan kehampaan atas keberadaan parpol. Itu sangat mendasar. Delapan tahun reformasi, dan dengan sendirinya era multipartai diberlakukan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tak jua menjulang.

    Tak pelak, elite politik dan parpol tentu mendapat kritikan dan sasaran protes terlebih dahulu. Jumlah parpol yang membeludak ternyata tak memberi kontribusi bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Malah, dalam suasana seperti itu, tingkah-laku elite parpol yang lebih sering berkonflik internal menambah kesan buruk tersebut.

    Sekalipun terjadi penurunan perolehan suara parpol, migrasi pemilih membuat suara itu tetap berputar dari satu parpol besar ke parpol besar lain. Migrasi tersebut hanya melahirkan “keajaiban” Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara lebih dari 20 parpol lain hanya mendapat serpihan migrasi dan kini terkena pembatas kesertaan pemilu berikutnya karena tidak dapat mengakumulasi suara 3 persen di legislatif.

    Nasib yang sama, tampaknya, akan menghantui keberadaan parpol baru di masa datang. Bahkan, boleh jadi lebih parah. Sebab, persentasi partisipasi pemilih juga makin menurun. Itu terlihat dari suara dalam pemilu presiden putaran kedua yang hanya mencapai 70 persen dan dalam pilkada rata-rata persentase di bawah itu.

    Tingkat partisipasi pemilih yang makin menurun dengan sendirinya berdampak signifikan terhadap perolehan suara parpol baru. Sebab, 50 persen dari 70 persen pemilih umumnya pemilih tetap yang menganut satu parpol secara tradisional atau emosional. Itu berarti hanya tersisa sekitar 20 persen suara mengambang yang bisa dijaring parpol baru.***

  6. ray rangkuti on

    KOMPAS

    Rabu, 04 Mei 2005

    Menolak Pilkada Simsalabim

    Oleh Ray Rangkuti

    PERNYATAAN banyak anggota KPUD tentang minimnya persiapan pilkada langsung Juni 2005, merupakan persoalan serius. Jika dilihat dari alokasi waktu yang tersedia, penyelenggaraan pilkada tidak memiliki cukup waktu.

    Bila pemungutan suara untuk pilkada dilaksanakan paling lambat 27 Juni, maka waktu efektif yang tersedia tinggal beberapa hari saja, tidak cukup normal untuk hajatan sepenting itu. Selain waktu, ketidakjelasan alokasi dana APBN dan APBD, kesiapan personel, mulai munculnya ketegangan dan protes-protes masyarakat, sosialisasi yang minim, juga merupakan faktor yang mengkhawatirkan.

    Harus diingat, pelaksanaan pilkada langsung merupakan kegiatan politik daerah yang bersifat baru. Meski peristiwa pemilu merupakan kegiatan rutin lima tahunan, dan telah dilaksanakan berulangkali-termasuk pemilu presiden dan wakil presiden di mana sistem dan mekanisme pemilunya hampir sama dengan pelaksanaan pilkada langsung-tetapi tidak dengan sendirinya kita berasumsi bahwa segala hal akan mudah dilaksanakan. Berbekal pengalaman pengelolaan pemilu sebelumnya, tetapi melupakan tantangan yang muncul oleh situasi dan perbedaan lain, merupakan kealpaan yang dapat mencederai pilkada langsung yang demokratis dan berkualitas.

    Peraturan pemerintah sebagai faktor

    UU No 32/2004 menggariskan keterlibatan pemerintah dalam pembuatan regulasi pelaksanaan pilkada. Setidaknya keterlibatan itu dinyatakan dalam lima pasal. Yakni Pasal 65 Ayat (4) tentang tata cara pelaksanaan masa persiapan dan masa pelaksanaan, Pasal 89 Ayat (3) tentang pemberian bantuan kepada pemilih cacat fisik, Pasal 94 Ayat (2) tentang pemberian tanda khusus di TPS, Pasal 111 Ayat (4) tentang tata cara pelantikan dan pengaturan pasangan terpilih, dan pasal 114 ayat (4) tentang tata cara menjadi pemantau pemilihan dan pemantauan pemilihan serta pencabutan hak sebagai pemantau.

    Meski tertulis hanya dalam lima pasal, kenyataannya hampir seluruh tahapan pelaksanaan pilkada amat tergantung pada regulasi pemerintah. Tanpa mengacu regulasi itu, seluruh keputusan KPUD tentang petunjuk teknis pelaksanaan pilkada tak dapat ditetapkan. Ketergantungan itulah yang membuat salah satu aspek mengapa regulasi KPUD tentang pilkada terlambat diterbitkan. Hal sama menjadi dasar argumentasi bagi DPRD untuk tidak segera membentuk panwas pilkada.

    Sayang, pemerintah seolah tak memiliki perasaan urgen atas penetapan PP Pilkada. Padahal, jika dilihat dari aspek waktu, masa bagi penerbitan PP Pilkada memiliki cukup waktu. Terhitung sejak UU No 32/2004 ditetapkan 15 Oktober 2004, setidaknya ada waktu dua bulan (dengan asumsi jadwal pilkada selama 180 hari, dimulai Januari 2005) untuk menerbitkan PP Pilkada. Atau jika pelaksanaan pilkada dipadatkan lima bulan (150 hari) masih ada waktu untuk menyelesaikan PP Pilkada selama tiga bulan. Jadi keterlambatan penetapan PP Pilkada dengan aneka alasan dan faktor seperti dikemukakan pemerintah, tampak kurang memiliki basis argumentasi yang rasional.

    Menunda pilkada

    Sekarang, bagaimana mencari solusi atas keresahan anggota KPUD itu? Apakah alternatif penundaan pilkada dimungkinkan? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus memerhatikan aspek legalitas penundaan pilkada.

    Berbeda dengan UU No 12/2003 dan UU No 23/2003, UU No 32/2004 tidak memuat tata cara penetapan dan pelaksanaan penundaan pilkada. Dalam UU No 12/2003 dan dalam UU No 23/2003 penundaan pemilu dapat dilakukan apabila di sebagian atau seluruh daerah pemilihan terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, atau bencana alam yang mengakibatkan sebagian atau seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu tidak dapat dilaksanakan (Pasal 119 Ayat 1 UU No 12/2003 dan Pasal 74 Ayat 1 UU No 23/2003).

    Satu-satunya alasan yang diperkenankan UU No 32/2004 untuk menunda pilkada hanya berkenaan dengan adanya salah satu calon atau pasangan calon yang berhalangan tetap pada saat dimulainya kampanye sampai hari pemungutan suara sehingga calon kurang dari dua pasangan. Maka pilkada dapat ditunda selama 30 hari (Pasal 63 Ayat 3). Atau salah satu calon atau pasangan calon berhalangan tetap setelah pemungutan suara putaran pertama sampai dimulainya hari pemungutan suara putaran kedua, maka tahapan pilkada dapat ditunda selama 30 hari (Pasal 64 Ayat 1). Di luar dua ketentuan itu, penundaan pilkada tak dapat diperkenankan.

    Karena luput dinyatakan dalam UU, ketentuan penundaan pilkada lalu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 17/2005 tentang Perubahan atas PP No 6 Tahun 2005. Pada Pasal 149 Ayat 1 dan 2 disebutkan, penundaan pilkada dapat dilaksanakan karena ada bencana alam, kerusuhan, gangguan keamanan, dan atau gangguan lain di seluruh atau sebagian wilayah pemilihan yang mengakibatkan seluruh atau sebagian tahapan pemilihan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

    Bila seluruh tahapan pilkada gubernur dan wakil gubernur tidak dapat dilaksanakan maka penundaannya ditetapkan dengan keputusan presiden setelah diajukan oleh gubernur atas usul KPUD provinsi melalui pimpinan DPRD provinsi. Jika hanya di sebagian tahapan, cukup dengan keputusan Menteri Dalam Negeri setelah diajukan gubernur atas usul KPUD provinsi melalui pimpinan DPRD provinsi.

    Penundaan seluruh dan sebagian tahapan pilkada langsung di tingkat kabupaten/kota diajukan gubernur kepada Menteri Dalam Negeri dengan tembusan kepada bupati/wali kota atas usul KPUD kabupaten/kota melalui pimpinan DPRD kabupaten/kota.

    Kalimat “gangguan lainnya” dalam ayat itu dijelaskan lebih lanjut dalam penjelasan Perpu No 3/2005 yang menyebutkan, faktor belum tersedianya dana, perlengkapan, personel, atau keadaan wilayah pemilihan, pilkada langsung dapat ditunda.

    Mengambil inisiatif

    Dengan menimbang berbagai kendala pelaksanaan pilkada langsung, dan adanya dasar hukum yang kian jelas, sudah sewajarnya KPUD mengambil inisiatif untuk mempertimbangkan alternatif penundaan pilkada. Menunda pelaksanaan pilkada dua atau tiga bulan (dapat dilaksanakan bulan Agustus atau September) merupakan solusi yang rasional. Dengan begitu akan ada waktu lebih lapang bagi KPUD guna menyusun jadwal dan program pilkada yang lebih terencana dan partisipatif. Pada saat bersamaan, partisipasi masyarakat juga dapat ditingkatkan. Dengan begitu, kita terhindar dari kemungkinan melaksanakan pilkada simsalabim, semata-mata bertujuan hanya untuk pilkada sendiri, bukan demi menegakkan dan mencapai proses demokrasi yang sehat.

    Ray Rangkuti Direktur Eksekutif KIPP Indonesia

  7. Rudie on

    Tegakkan Keadilan di Negeri Indonesia yang mulai Hancur Ini.. SLANK “BANYAK OMONG DIKIT ACTIONNYA” jadi itulah dulu…. SELF CORRECT-lah. itulah yang terpenting.. bagaimana kamu bisa memberi kalau kamu tak memiliki. nah untuk itulah perlu semangat yang berapi=api dari para critiker untuk trus mendukung dan menyampaikan aspirasi yang tidak ditanggapi oleh Wakil Rakyat ‘Katanya” prakteknya gak. eh malah Bos Rakyat Mikirin uang aza. Pening Deh liat Perwakilan kita yang duduk di bangku sana…..
    aku rasa mereka akan kena “MISTERI ILLAHI 100) mati buncitan karena KORUPSI

  8. rio on

    Bang Rai… Bang Rai….
    MAENKAN…..!!!!!

  9. Ellyasa on

    Oh di sini kah bank Ray Rangkuti Bermukim…

  10. Dina on

    ……………………….

  11. Dina on

    Salam kenal kepada aktivis yang memperjuangkan nasib rakyat yang berasal dari mandailing. kepemerintahan indonesia mengalami disfungsi dalam perjalanannya, berawal dari melayani rakyat dengan baik menjadi pemerintah yang hanya memberi ketidakadilan, ketidaknyamanan dan menjadi pendusta yang mengumbar janji-janji semu. kami rindukan udara segar yang hadir di pagi hari dan semoga indonesia ini dapat sesegar pagi hari. semangat dan semoga sukses….

  12. Jayadi (The Habibie Center) on

    Bang Ray, makasih sudah mau diwawancarai seputar pilkada DKI 2007. Saya dan Ernadi senang sekali. kapan-kapan kami mau ketemu Bang Ray lagi untuk diskusi dan minta bagi ilmu dari Bang Ray. trims

  13. H.Irwansyah Rangkuti, S.H on

    …ha ha..pengen ketemu aja nih Bang Ray…
    aku pengen mendirikan LSM mohon bantuan untuk pengarahan, sekian dulu dan salam kenal, aku tinggal di Bekasi dan membuka Kantor Hukum “REMICY dan REKAN”,kantor ada di Kalimalang Raya. Terima Kasih Wassalam dari kami Iwan Rangkuti

  14. ai otox on

    salam kenal bang ray🙂

  15. puji on

    ass….bang ray.ehm.iya enakan dipanggil bang daripada bapa…….cuma satu maju terus pantang mundur..salam kenal
    puji

  16. rita komala on

    Assalamualikum

  17. Asven Rangkuti on

    Assalamualikum Bang,

    Horass Horass, Horass

    Semoga Abang Sehat, sehat saja, sebenarnya saya dah lama ingin ketemu sama abang nih, sambil martarombo tarombo ita, tp kenalkon majolo

    Gorarku Aspan Rangkuti
    TTL : Pasar Maga

    Aropku adongdo kom niabang dimaga, Jungada au marcarito dot kakak Nisra (Bang Goiril )markoum do ita dabo ning ia,

    Saima jolo abang, lain kali ma isambung

    Salam

    ASPAN RANGKUTI

  18. Zea on

    Semangat…Maju tak Gentar..!!!

  19. muLya on

    Assalaamu’alaikum…
    Taqabbalallohu minnaa wa minkum. Kullu ‘aamin wa antum bi khoir. minta tolong, ada yg tahu no hp-nya ustadz ray rangkuti (bang ray), kasih tau dong pls! atau sms saya di no +20162278772, makasih bnyak, dan salam kenal semua. Hidup ustadz ray, semoga Allah swt selalu melindunginya dari kejahatan penguasa lalim beserta oknum2nya.

  20. Bayo Keren on
  21. ray rangkuti on

    Undangan Diskusi

    “UU Pilpres dan Politik Dinasti”

    Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat

    Jam 13.00-17.00

    Ray Rangkuti (Dir LIMA)
    Ferry Mursyidan Baldan (Komisi II)
    Gandjar Pranowo (PDI-P)
    Hadar Gumay (Cetro)

    Senen, 10 Nopember 2008

  22. ray rangkuti on

    Untuk Aspan rangkuti dan mulya

    Betul di Maga ada famili/koum nami. Tepatnya di depan sekolah SD/SMP persis belokan menuju ke arah KOta Nopan. Saya sendiri, sewaktu dulu tinggal di panyabungan, sering do tu Maga. Sekalian mulak tu Kota Nopan, ziarah tu mandiang ompung nami. Tepat na di Singengu, donok tingon bagas godang na di singengu.

    Untuk Mulya dapat dihubungi di 021 70552690.

  23. ray rangkuti on

    Untuk Jayadi,

    Makasih juga Jayadi. Tapi bila berkenan, pengen juga kita hasilnya d kirim ke emailku di ray2rangkuti@yahoo.com

    Makasih sebelumnya.

  24. ray rangkuti on

    Puji,

    panggil aja bang. Soalnya kan belum berkeluarga. Hehehe…

  25. ray rangkuti on

    Pak Irwansya RKt

    Insya Allah. Bila ada waktu luang, tentu menyenangkan dapat bersilaturrahmi.

  26. ray on

    PDI-P Punya “Mega Yunior”, Golkar?
    KOMPAS/AGUS SUSANTO
    Megawati Soekarnoputri
    /
    Artikel Terkait:

    * Sistem Pemilihan Presiden Sudah Selesai di Konstitusi
    * RUU Pilpres Matikan Regenerasi Politik
    * UU Pilpres Lemah dan Melanggar Konstitusi
    * Indonesia Tak Akan Menangis seperti AS
    * Tak Ada Figur Pemimpin Ideal, Golput akan Capai 40 Persen

    Selasa, 11 November 2008 | 15:28 WIB

    JAKARTA, SELASA — Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, pesan reformasi yang mengamanatkan pentingnya regenerasi politik tak terwujud setelah reformasi berjalan selama 10 tahun.

    Ia memberikan catatan bahwa hingga saat ini tidak muncul figur-figur pemimpin baru. Bahkan, menurutnya dua partai besar, PDI-P dan Golkar pun tak mampu mencetak regenerasi politisi di partainya.

    Hal itu dikatakan Ray dalam diskusi “UU Pilpres, Demokrasi, atau Oligarki Partai?” di Jakarta, Selasa (11/11). “Golkar saat ini hanya bertumpu kepada sosok Jusuf Kalla. Setelah itu siapa? Kita belum lihat figurnya. PDI-P juga selama 42 tahun hanya mampu mencetak Megawati. Belakangan baru muncul Mega Yunior (Puan Maharani). Bisa dikatakan, regenerasi politik kita macet,” kata Ray.

    Kondisi ini menurut Ray juga akan berimbas pada Pemilihan Presiden 2009. Mereka yang muncul adalah muka-muka lama. Apalagi, syarat dukungan capres yang ditentukan UU Pilpres juga menutup ruang banyaknya calon yang maju. Rakyat hanya akan terbatas pilihannya kepada Megawati atau Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden.

    Demikian pula pilihan calon wakil presiden. Dalam perkiraannya, hanya akan memunculkan Jusuf Kalla atau calon lain yang juga “stok lama”. “Karena itu, saya hanya bisa mengatakan, tinggalkan presiden yang mewariskan kekuasaannya kepada anak cucu, tinggalkan presiden yang ragu-ragu. Pilihlah presiden yang warna kulitnya hampir sama dengan Obama,” kata dia sambil tertawa.

    Pilpres 2009 akan menarik jika muncul calon-calon “liar” atau calon yang tak diprediksi sebelumnya.

    Inggried Dwi Wedhaswary
    Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

  27. ray on

    Selasa, 11 2008 21:08 WIB
    Ketimbang Golput, Tulis Presiden Pilihan Sendiri
    Penulis : Kennorton Hutasoit

    JAKARTA–MI: Masyarakat diminta jangan golongan putih (golput) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 nanti. Daripada golput lebih baik menuliskan nama calon presiden pilihan sendiri di surat suara.

    “Ini penting, daripada golput lebih bagus tulis calon presiden pilihan sendiri. Setidaknya masyarakat punya tokoh oposisinya. Kalau pun tidak mungkin terpilih, tapi secara informal capres yang ditulis masyarakat itu memiliki legitimasi publik,” kata Direktur Nasional Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (11/11).

    Ray mengatakan publik tidak perlu khawatir nama yang ditulis di surat suara itu tidak direkapitulasi KPU. “Kita harus mendorong KPU agar merekapitulasi nama-nama pilihan rakyat yang ditulis di surat suara capres. Kalau KPU tidak bersedia kita akan terus berjuang mencatat dan merekapitulasi sendiri,” katanya.

    Menurut Ray salah satu cara untuk mencatat atau merekapitulasi jumlah capres yang ditulis pemilih sendiri dengan bekerja sama dengan lembaga survei dan pemantau. “Kalau KPU tak mau merekapitulasinya, kita bekerja sama dengan lembaga survei dan pemantau agar mencatatnya. Paling tidak kita bisa mengetahui persentase nama-nama usulan publik di luar capres yang diusung parpol,” katanya.

    Ray mengusulkan penulisan nama capres pilihan masyarakat sendiri pada surat suara, karena upaya DPR yang hanya mengutamakan kepentingan parpol membatasi jumlah capres yang bisa ikut di Pilpres 2009. “RUU Pilpres membatasi hanya dua atau tiga pasangan capres dengan persyaratan 20% perolehan kursi DPR atau 25% perolehan suara nasional. Kita tak perlu golput karena capres pilihan kita tidak masuk dalam kategori itu, kita bisa lakukan upaya dengan menulis capres sendiri di surat suara,” katanya. (KN/OL-03)

  28. ray on

    Rakyat Juga Bisa Punya Capres!
    KOMPAS/PRIYOMBODO

    Selasa, 11 November 2008 | 15:56 WIB

    JAKARTA, SELASA — Wacana golongan putih (golput) menjelang Pemilu 2009 kembali mencuat. Sejumlah tokoh mewadahkan diri dalam sebuah kelompok dan menyatakan siap mengusung calon dari golput.

    Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, rakyat Indonesia tak perlu golput. Jika capres yang tercantum di surat suara hanya dua pasang, jangan khawatir. Tulis saja capres Anda sendiri. Lho kok? “Ya jangan golput, itu tindakan sia-sia. Sudah ada 38 parpol kok masih golput. Kalau di surat suara presidennya cuma dua, itu kan calon dari partai. Rakyat juga bisa mengajukan calonnya. Waktu pemungutan suara, tulis saja nama calon yang Anda mau. Nanti KPU disuruh list siapa saja nama yang muncul. Itu baru presiden pilihan rakyat,” kata Ray dalam diskusi UU Pilpres di Jakarta, Selasa (11/11).

    Menurutnya, tindakan yang tak salah jika rakyat menentukan calonnya sendiri. Sebab, calon-calon yang muncul hanyalah calon yang dikehendaki partai, bukan rakyat. “Partai maunya siapa, kita juga boleh menentukan maunya siapa,” ujar dia.

    Inggried Dwi Wedhaswary
    Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network

  29. ina sundari on

    Assalamu’alaikum
    Salam kenal bang ray..
    Met iedul adha y!

  30. Fatah Nasution on

    Anda sudah berhasil sukses di rantau, tapi tahu kah anda bahwa jalan ke Kampung kita Pagur masih harus manyuruk dia antara semak-semak…

    Mudah-mudahn bisa sama-sama kita perjuangkan untuk kemajuan kampung kita..

    Wassalam

    Fatah Nasution

  31. ray on

    UNDANGAN AKSI

    Kepada saudara/i, kawan-kawan yang baik

    Mari bersama-sama untuk menunjukan solidaritas dan pemihakan kita terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dalam bentuk aksi massa, yang dilakukan pada :

    Hari/tanggal : Senen, 5 Januari 2009
    Jam : 10.00-12.00
    Tempat : Kedutaan Arab Saudi, Jl. M.T Haryono
    Tema : meminta dukungan nyata negara-negara Arab atas perjuangan kemerdekaan Palestina

    Kumpul jam 09.30 di sekitar kedubes

    Demikian undangan ini kami buat. Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan banyak terima kasih.

    Jakarta, 2 Januari 2009

    MASYARAKAT INDONESIA untuk KEMERDEKAAN PALESTINA

    Ray Rangkuti
    Chalid Muhammad
    Gheis Chalifah
    Dani Setiawan
    Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Jakarta

  32. adridinan nf on

    dimana dan gimana untuk bergabung sebagai pemantau pemilu 2009 di wil kab batang jawa tengah?

  33. ritanti on

    ass….bang kalo ada demo lagi ngajak2 kita ya, soalnya kita mau ikutan juga…oya bang dapat salam dari teman2 and salam kenal ya

  34. rina on

    ass..bang…aku pengen sekali ikut acara2 demo, aku termasuk salah satu istri dr teman abang…namanya total…abang kenal kan sama total

  35. Iman on

    assalamualaikum bang ray, pa kabar nih? lama gak ketemu. msh tinggl di ciputat? terakhir kt ketemu di Nikahan atep di Cilandak. kapan2 ane telp. boleh? thx
    Sukses Selalu! Iman alumni TH Cpt. inget?
    WS

  36. ray on

    Untuk bung Adri

    Saya sendiri kurang tau banyak lembaga pemantau disekitar Jawa Tengah, khususnya Batang. Mungkin infonya dapat dicari ke KPUD Batang.

    Selamat berpantau ria ya.

  37. ray on

    Untuk Ritanti

    Total? Insya Allah saya kenal. Tapi agar tidak salah duga, mungkin sedikit data beliau dapat diungkapkan. Insya Allah, lain waktu bila ada kesempatan, tentunya dapat ikut.

    Terus semangat dan bela Palestina !

  38. ray on

    Untuk Ritanti

    Salam kenal juga. Tapi siapakah kawan-kawan kita itu? Hehehe…Soalnya nampaknya banyak.

  39. ray on

    U WS

    tentu boleh. Kapan2 kita selalu siap ditelp.

  40. ray on

    Lebih lengkap tentang Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) dapat diakses melalui blog : lingkarmadani.blogspot.com

  41. ray on

    Kedutaan Arab Saudi Didemo Tuntut Hentikan Agresi Israel

    Wicaksono – Jakarta, Aksi unjuk rasa yang dilakukan di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta adalah wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Palestina.

    Demikian dikatakan aktivis politik Fadjroel Rachman yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa menentang agresi militer Israel di Kedubes Arab Saudi, Senin (5/12) siang ini.

    Menurut Fadjroel, aksi unjuk rasa kali ini lebih difokuskan ke Kedutaan Besar Arab Saudi karena negara itu memiliki kekuatan untuk menghimpun negara-negara Timur Tengah untuk bersatu membantu rakyat Palestina.

    Dimulai pukul 10.00 WIB tadi pagi, sedikitnya 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Palestina menggelar aksi di depan Kedubes Arab Saudi di Jalan MT. Haryono, Jakarta untuk mengimbau negara-negara Timur Tengah segera membantu Palestina.

    Rencananya mereka akan melanjutkan aksi tersebut ke Kedubes Mesir di Jakpus. Sementara arus lalu lintas di Jalan MT. Haryono terpantau ramai lancar, tampak beberapa anggota kepolisian bersiaga di lokasi aksi. (heh)

    Catatan FADJROEL:
    Sekitar pukul 10:30, saya (Fadjroel), Chalid Muhammad, Ray Rangkuti berkumpul disebelah Carrefour MT Haryono sambil menunggu teman2 lain dan persiapan peralatan aksi, spanduk dll. Saya dapat bagian mengangkat karton bertuliskan : FREE, FREE, FREE PALESTINE. Sekitar pukul 11:00 di Kedubes Arabsaudi sudah penuh polisi, satpam, dan jurnalis. Ray Rangkuti jadi korlap, lalu satu persatu bicara, setelah Ray, ada ustad…, lalu saya, lalu Chalid, kemudian juga Anies Baswedan (rektor Univ.Paramadina), Usman Hamid, dll. Ada bung Aquino dari Jurnal Perempuan juga hadir. Pada intinya, saya mengatakan ini adalah keprihatinan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina di Gaza, apapun agamanya. Warganegara Indonesia terikat karena Mukadimah UUD 1945 tegas mengatakan “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Arab Saudi dapat berperan aktif di Timur Tengah untuk menekan Israel dan AS secara ekonomi (minyak), politik (pusat Islam karena menjaga Mekah dan Medinah). Kemudian kami bertiga: saya, Chalid dan seorang aktifis berwajah timur tengah diijinkan masuk ke Kedubes Arab Saudi, kami ditemui seorang yang mengaku PEJABAT KEDUTAAN dan didampingi penerjemah orang Indonesia, anehnya PEJABAT KEDUTAAN ARAB SAUDI itutidak mau menyebut nama sampai pertemuan selesai sekitar 15 menit. Kami menyampaikan salam kepada Raja Arab Saudi, dijawabnya Insya Allah, lalu Chalid membaca statement, saya menambahkan bahwa bila Arab Saudi melakukan embargo minyak ke AS seperti tahun 1973 tentu AS akan menekan Israel dan menghentikan serangan terhadap Palestina, dijawab SANG PEJABAT itu bahwa dunia Islam sekarang berbeda-beda kepentingan, tidak mudah disatukan, tetapi kata dia Arab Saudi membantu makanan, uang, dll untuk Palestina. Tentu saya tidak puas dengan pertemuan dengan PEJABAT TINGGI KEDUBES ARAN SAUDI TANPA NAMA itu, tetapi pesan kami sampai kepada mereka bahwa Arab Saudi dapat berperan lebih menekan Israel bahkan AS yang selalu mendukung apapun yang dilakukan Israel dengan “bargaining position” ekonomi (minyak), politik negara2 Islam. Insya Allah Rabu (7 Januari) kami akan mendatangi Kedubes Mesir, dan Jumat (9 Januari) Kedubes Inggris. Terimakasih atas dukungannya. Sekali lagi FREE, FREE, FREE PALESTINE, Stop the barbaric kiling of Palestine women and chlidren.. Praying for the victims!

  42. ray on

    Umat Islam Dunia Harus Ambil Sikap Tegas

    By Republika Newsroom

    Senin, 05 Januari 2009 pukul 21:08:00

    JAKARTA — Umat Islam harus bersikap tegas terhadap aksi militer yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Umat Islam di seluruh dunia harus berani mendesak semua pihak agar menghentikan pembantaian yang terjadi di Palestina.

    ”Opini di masyarakat saat ini sepenuhnya pro Palestina. Namun tidak dengan pemerintah di negara-negara muslim,” ujar Anis Baswedan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina, di Jakarta, Senin (5/1).

    Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina yang merupakan gabungan lintas ormas, kemarin (5/1) siang, melakukan aksi demo ke kantor Kedubes Arab Saudi. Para pendemo meminta agar pemerintah Kerajaan Arab Saudi bersikap tegas menentang aksi militer yang dilancarkan Israel terhadap Palestina.

    Turut serta dalam aksi tersebut wakil dari GP Anshor, Koalisi Anti Utang (KAU), Kontras, LSADI (Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi Indonesia), CIRUS (Center for Indonesia Regional and Urban Studies), Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA), dan PB Pemuda Al-Irsyad.

    Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 12.30 WIB ini antara lain mendesak pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menggunakan potensi minyak mereka untuk melakukan embargo ekonomi terhadap Israel dan Amerika Serikat, sebagai negara sekutu.

    ”Kami meminta negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, mau menggunakan kekuatan mereka untuk melakukan embargo politik dan ekonomi kepada Amerika dan Israel,” papar Chalid Muhammad, salah satu perwakilan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina, usai bertemu dengan pejabat tinggi Kedubes Arab Saudi.

    Selain Chalid, dua orang perwakilan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina turut serta menemui pejabat tinggi Kedubes Arab Saudi. Mereka adalah Gais Kholifah dari PB Pemuda Al-Irsyad dan Fajrul Rohman.

    Perwakilan dari Kedubes Arab Saudi yang menerima ketiganya, ungkap Gais, berjanji untuk menyampaikan tuntutan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina kepada Raja Arab Saudi. ”Mereka katakan (pemerintah Arab Saudi) sudah membuat resolusi. Namun, ada perbedaan kepentingan diantara negara-negara Timur Tengah,” jelas dia.

    Setelah Kedubes Arab Saudi, menurut Koordinator Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina Ray Rangkuti, aksi serupa juga akan dilakukan ke Kedubes Mesir, Kedubes Inggris, dan Kedubes Jerman. ”Kita akan terus menggalang dukungan masyarakat internasional sampai Israel benar-benar menghentikan aksi militer mereka,” tandasnya.

    Posisi Indonesia, tambah Anis Baswedan, sudah jelas menentang tindakan yang dilakukan Israel. ”Sekarang tinggal bagaimana (pemerintah) Indonesia menggalang dukungan internasional agar maumenghentikan kekejaman yang terjadi di Palestina,” ujar Rektor Universitas Paramadina ini. dia/pt

  43. ray on

    Kamis, 2009 Januari 08
    Demo Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina

    Demo Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina
    Kecam Agresi Israel, Kecam Diamnya Negara Arab

    Jakarta, 5/1/2009

    Sekitar 100 pemuda dari Masyarakat Indonesia Untuk Kemerdekaan Palestina mendatangi Keduataan Besar Saudi Arabia di Jalan MT Haryono Jakarta untuk menyampaikan protes terhadap sikap diam pemerintah Arab Saudi terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza, hari ini Senin, 5 Januari 2009. Sejumlah anggota organisasi Islam Al Irsyad, Garda Kemerdekaan, Kontras, Walhi, ICW, tampak dalam barisan pemrotes.

    Para pemrotes berkumpul di halaman Kedubes Arab Saudi membawa bendera Palestina, poster dan spanduk bertuliskan : “Solidaritas Damai untuk Palestina – Hentikan Agresi Kemanusiaan”. Sejumlah poster lain berbunyi : Stop Holocaust di Gaza, Saudi Budak Amerika, Putuskan Hubungan Dengan Israel, Raja Arab Takut Israel, Hentikan Tragedi Kemanusiaan, dan banyak lagi.

    Sejumlah orator bergantian menyampaikan aspirasinya sembari menuntut peran aktif Kerajaan Arab Saudi sebagai negara Islam terbesar di kawasan Timur Tengah. “Arab Saudi jangan hanya kaya sendirian dan membiarkan bangsa Palestina dibombardir oleh tentara Israel. Lawan dong Israel. Raja Arab harus bertanggung jawab atas krisis di Gaza,” ujar Ray Rangkuti.

    Massa menyambut dengan teriakan “Allahu Akbar” dan “Raja Arab Pengecut”.

    Dalam orasinya, Ketua Kontras Usman Hamid mengatakan, “Israel bukan saja harus bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan tapi juga telah melanggar hukum humanitarian internasional dimana warga sipil non-combatan tidak boleh menjadi sasaran perang. Israel patut dikecam, dan negara2 Arab juga harus dikritik karena membiarkan bangsa Palestina menjadi korban.”

    Orasi sempat terhenti saat Adzan Dzuhur bergema.

    Setelah satu jam, tiga orang wakil pemrotes yang diterima pihak Kedutaan Arab Saudi keluar dengan wajah pesimis.

    “Pihak kerajaan (Dubes Saudi) tampaknya sangat tidak suka dengan kedatangan kami. Officer yang
    menerima kami bahkan tidak mau menyebutkan nama dan jabatannya,” kata Chalid Muhammad, dalam keterangannya kepada para wartawan. “Tapi seluruh aspirasi teman2 sudah disampaikan,”sambung mantan Direktur Nasional Walhi Indonesia itu.

    Sebagian pemrotes kemudian melanjutkan aksinya ke Kedubes Mesir di Teuku Umar, sebagian lagi bubar jalan. Lalu lintas di sekitar Kedubes Arab agak tersendat namun tetap lancar (***).

  44. ray on
  45. ray on

    Wakil Dubes Mesir Terima Pengunjuk Rasa

    Kamis, 8 Januari 2009 – 13:19 wib

    Share
    Sholla Taufiq – Okezone

    JAKARTA – Empat orang perwakilan dari Masyarakat untuk Kemerdekaan Palestina yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Mesir di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, diterima oleh Wakil Duta Besar Mesir untuk RI Amer Nazmi yang didampingi dua pejabatnya, Muhayad Eldare dan Ahmed Husit.

    Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 30 menit itu perwakilan pengunjuk rasa yang dikoordinir oleh Ray Rangkuti menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah Mesir terkait konflik antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza.

    Mereka menuntut tindakan lebih dari Mesir untuk membuat Israel menghentikan serangannya ke Palestina.

    “Bukannya seharusnya ada tindakan lebih dari sekedar rekomendasi, tapi pihak kedubes hanya diam,” ungkap Ray kepada wartawan usai pertemuan, Kamis (8/1/2009).

    Ray juga menceritakan, saat mereka bertanya mengapa pintu gerbang Rafah ditutup, Wakil Dubes menjawab bahwa hal itu bertujuan untuk menyelamatkan warga Palestina.

    “Terkait perjanjian Camp David, menurut mereka perjanjian itu ditandatangani karena kondisi darurat,” tandasnya.(lam)

  46. ray on

    Agresi Israel ke Palestina
    Mesir Didesak Buka Gerbang Rafah

    8 Januari 2009 – 15:23 WIB

    Hervin Saputra

    VHRmedia, Jakarta – Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina berdemonstrasi di Kedutaan Besar Mesir, Jakarta, Kamis (8/12). Mereka mendesak Mesir membuka Rafah, gerbang perbatasan Mesir – Palestina yang merupakan pintu masuk pengiriman bantuan ke Palestina yang terhambat selama penyerbuan Israel.

    Juru bicara aksi Ray Rangkuti mengatakan, penutupan pintu gerbang Rafah menunjukkan sebenarnya Mesir melindungi penyerangan Israel terhadap Palestina. “Justru dengan ditutup, bantuan kemanusiaan terhambat,” ujarnya.

    Awal Januari 2009 Presiden Mesir Hosni Mobarak menyatakan menutup gerbang Rafah bagi pengungsi Palestina. Gerbang Rafah hanya dibuka setelah ada persetujuan Israel. Mobarak beralasan tanggung jawab keamanan perbatasan berada di tangan Israel.

    Menurut Ray, sebagai sesama negara Arab, Mesir juga perlu memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Hubungan diplomatik itu dianggap melukai warga Palestina. “Harus ada tindakan lebih dari sekadar rekomendasi.”

    Menurut Ray, saat ditemui Kedutaan Mesir menanggapi desakan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel itu dengan diam. Padahal Mesir secara tidak eksplisit sebenarnya tidak mengakui Israel sebagai negara. “Hanya secara tidak eksplisit,” katanya.

    Danny Setiawan, peserta aksi, menilai penyerbuan Israel atas Palestina merupakan siasat untuk mengatasi krisis keuangan di Amerika Serikat. Dengan menyokong penyerbuan Israel, industri senjata AS akan meningkat sejalan bertambahnya permintaan. “Krisis merupakan bagian penting dari serangan Israel,” katanya. (E4)
    Foto: VHRmedia/Hervin Saputra

  47. rina on

    ass…bang masa gak tahu total, waktu acara Pembekalan Caleg Muda BM PAN di depok kan abang ketemu sama total

  48. Adliana Chaniago on

    Ass bang ray..
    kawan kawan kita adalah orang orang yang ingin Indonesia berubah lebih baik ke depannya karena begitu banyak agenda yang mesti kita lakoni berdasarkan kemampuan warga bangsa..
    bangsa yang sakit ini butuh dokter yang mampu mengobatinya akankah datang seorang peramal yang mampu menerjemahkannya..jika itu seorang ray rangkuti..tertanam kepercayaan di pundak komitmennya..lima ( lingkar madani ) adalah senjata yang mampu menggoncang nusantara..
    salam berjabat pemikiran

  49. aji on

    Untuk temen2 aktivis Lingkar Madani..salam perjuangan untuk demokrasitisasi di Indonesia!
    Buat Mas Ray Rangkuti, Berjuang terus!
    Sebagai warga Indonesia, saya sungguh prihatin dengan persiapan pemilu 2009. Bagaimana tidak, KPU sebagai penyelenggara, baik di pusat maupun daerah, ternyata sama-sama konyolnya. Kurang begitu memperhatikan undang-undang pemilu sebagai acuannnya.
    salah satunya seperti terjadi di Jateng, di mana KPU Daerah, dengan seenaknya mengangkat kembali PPK (Panitia Pemilih Kecamatan) yang sebelumnya jadi PPK untuk pemilihan Gubernur Jateng menjadi PPK untuk Pemilu 2009. Secara aturan, jelas ini melanggar UU no 22 tahun 2007 pasal 42 terkait perekrutan PPK. Sebab, PPK Pilgub tidak bisa secara otomatis dipakai untuk pemilu 2009. Lebih-lebih, saat ini masih ada waktu untuk melakukan penyegaran anggota PPK dan tidak ada hal luar biasa yang mengharus KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/kota mengangkat kembali PPK.
    secara aturan, PPK mestinya dilakukan melalui mekanisme yang jelas, yakni lewat seleksi fit and proper test. Namun, di Jateng, KPUD membuat aturan main sendiri dengan mengangkat PPK Pilgub. Hal ini, secara tidak langsung mengebiri hak-hak masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi mensukseskan Pemilu dengan menjadi PPK.
    Tetapi, meski ada pelanggaran itu, aktivis maupun LSM pro Demokrasi tidak ada yang bersuara.
    Mungkin Lingkar Madani bisa mengkritisi persoalan seperti ini. sebab, PPK merupakan salah satu unsur terpenting sukses tidaknya pemilu nanti. Bila anggota PPK diambil secara asal-asalan, maka secara tidak langsung akan juga berpengaruh pada kualitas pemilu 2009.
    aji di Kudus

  50. Ray Rangkuti on

    U Adliani

    Salah satu persoalan kita yagn utama saat ini memagn mencari pemimpin yang kita percaya tegus memegang amanah. Itulah salah satu perjuangan yang harus kita lakukan.

    Itu bukan gampang, tetapi mungkin juga tidak sulit. Bila kita semua berada dalam kemauan selalu ada cara yang tepat untuk mewujudkannya.

    Maju terus dengan kawan-kawan komunitas ya !

  51. Ray Rangkuti on

    U kawan Aji

    tahapan pemilu ini dilalui dengan banyak ketentuan yang tak jelas, saling tafsir dan tumpang tindih.

    Soal PPK itu salah satunya. KIta sangat mendukugn bila kawan-kawan terus melakukan advokasi pelanggaran peraturan pemilu.

    Maju terus !

  52. Ray Rangkuti on

    U Rina

    Ya, kalau Total aku kenal. Benar, kami ketemu di Depok. Salam ya untuk beliau.

    Maju terus !

  53. Ray Rangkuti on

    UNDANGAN UJI PUBLIK

    Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Nasional

    dan Center for Indonesian Regional and Urban Studies (CIRUS)

    mengundang kawan-kawan, saudara/i untuk hadir serta dalam acara ” Uji Publik Visi, Misi dan Program Caleg Aktivis dan Kaum Muda”, pada :

    Hari/tanggal : Minggu, 1 Februari 2009

    Jam : 10.00-13.00

    Tempat : Rumah Makan Koetaradja, Jalan Senen Raya No 10 (seberang hotel OASIS AMIR), Senen, Jakarta Pusat

    Acara : Uji Publik Visi, Misi dan Program Caleg Aktivis dan Kaum Muda

    Bersama : 1. Budiman Soedjatmiko (Caleg DPR RI PDI-P, Dapil Jawa Tengah VIII)

    2. Sarbini (Caleg DPR RI Partai Demokrat, Dapil Banten III)

    3. Rama Pratama (Caleg DPR RI PKS, dapil DKI Jakarta I (2)

    4. Iwan Dwi Laksono (Caleg PKB)

    5. Wanda Hamidah (Caleg PAN DPRD, Jakarta Selatan)

    6. Boston Manurung (Caleg DPR RI PPI, Jabar I)

    6. Dita Indah Sari (Caleg PBR)*

    Demikian undangan ini kami buat, atas partisipasinya, kami ucapkan banyak terima kasih.

    Jakarta, 24 Januari 2009

    Ray Rangkuti (Dir. Lingkar Madani untuk Indonesia)

    Andrinof Chaniago (Cirus)

  54. Adliana Chaniago on

    bang ray..
    sepakat kata abang karena proses jua yang menentukan seorang pemimpin..dalam bukunya bank the poor nya muhammad yunus..ada suatu hal yang kita bisa petik yaitu konsisten yang melelahkan membutuhkan kesabaran..saya hanya mendoakan agar abang punya umur panjang untuk menjadi pemimpin bangsa ini kelak maju terus LS ADI good luck LIMA..kapan kapan mau ya kita undang untuk memberikan pandangannya ke kita kita, kaukus kaum muda PAN yang bersifat non formal guna meningkatkan kemampuan pemetaan dan penguatan analisa persoalan kebangsaan.

  55. ryvonk on

    bang ls-adi akan melakukan muktamar yang ke XII sekitar akhir februari,
    mohon masukannya buat ls-adi ke depan?
    terima kasih…

    ls-adian

  56. adliana on

    bang ray..
    sungguh memprihatinkan banget gelaran acara uji publik caleg caleg muda dari angkatan 98..iwan mengeluh, budiman mengerut,nova menjerit, asep menggelepar, kamal terelentang dan rama ruarrrr biasa…sesungguhnya yang kita harapkan dari pertemuan pertemuan tersebut bukanlah soal dana mendanai atau sejauhmana kemampuan pembiayaana seorang caleg akan tetapi apa yang sesungguhnya yang ingin dicapainya atau program khususnya dalam mebangun bangsa ini..kalo cuma bermimpi anak kecil juga bisa..kalo mau berkhayal anak sd pun udah pintar menghayal..ternyata caleg caleg tersebut tong kosong nyaring bunyinya..gimana nurut bang ray padahal pemuda adalah pewaris tongkat musa..yang mampu membelah lautan merah..

  57. pagur on

    assalamu alikum
    horas… horas tondi madingin

    salam kenal buat laeku… ray rangkuti
    selmat berjuang buat ray rangkuti maju truss
    pantang mundur buat dongan sahuta…
    tapi jangan lupa kampung kita masih sangat terisolir
    masih kategori desa tertinggal di wilayah mandailing natal
    saya merasa sedih melihat jalannya kesana sangat hancur sekali,padahal daerah lain disana sperti sibanggor, dll janagankan jalan yang dilalui kenderaan sehari2 gangnya aja pun udah aspal bagus, kl bang ray pulang ke pagur jangan coba2 bawa kenderaan bagus. ntar nyesal mobilnya rusak berat, gmana ne bangg…

    salamualikum
    horasss…
    hormat saya

  58. Ray Rangkuti on

    Untuk Adliani

    Makasih telah hadir dalam acara itu. Hehehe…memang banyak keluhannya. Tapi kita serahkan sepenuhnya pada yanghadir untuk menilai apakah mereka layak atau tidak. Apakah pernyataan-pernyataan mereka dapat dipercaya atau tidak dan begitu juga dengan keluhan-keluihannya. Hehehe

    blog; lingkarmadani.blogspot.com

  59. Ray Rangkuti on

    Untuk Pagur

    Ya, sekitar 1,5 bulan yang lalu saya sempat ke Pagur. Tentu saja sedih melihatnya. Itulah kiranya penting untuk terus mendesak pemda membangun jalan yang memadai ke sana. Tetapi disamping itu, masyarakat juga harus berabi menuntut haknya. Hak mereka mendapatkan jalan yang layak.

    Adapun kita hanya dapat memberi tekanan dan mungkin jalan advokasinya.

    Tetap semangat ya.

  60. halakpagur on

    sorry ya mengganggu numpang.. syukur kalau dibaca

    99 LANGKAH MENUJU KESEMPURNAAN IMAN

    01. Bersyukur apabila mendapat nikmat

    02. Sabar apabila mendapat kesulitan

    03. Tawakal apabila mempunyai rencana / rancangan

    04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan

    05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan

    06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan

    07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan

    08. Jangan usil dengan kekayaan orang

    09. Jangan hasad dan iri atas kejayaan orang

    10. Jangan sombong kalau memperoleh kejayaan

    11. Jangan tamak kepada harta

    12. Jangan terlalu menghendaki akan sesuatu kedudukan

    13. Jangan hancur karena kezaliman

    14. Jangan goyah karena fitnah

    15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri

    16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram

    17. Jangan sakiti ayah dan ibu

    18. Jangan usir orang yang meminta-minta

    19. Jangan sakiti anak yatim

    20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar

    21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil

    22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid)

    23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu

    24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid

    25. Biasakan shalat malam

    26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah

    27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat

    28. Sayangi dan santuni fakir miskin

    29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah

    30. Jangan marah berlebih-lebihan

    31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan

    32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah

    33. Berlatihlah untuk banyak berfikir

    34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dpt dipenuhi

    35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan

    36. Jangan percaya ramalan manusia

    37. Jangan terlampau takut miskin

    38. Hormatilah setiap orang

    39. Jangan terlampau takut kepada manusia

    40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala

    41. Berlakulah adil dalam segala urusan

    42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah

    43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala

    44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran

    45. Perbanyakkan silaturrahim

    46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam

    47. Bicaralah secukupnya

    48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya

    49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu

    50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur

    51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin

    52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga

    53. Makanlah secukupnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan

    54. Hormatilah kepada guru dan ulama

    55. Sering-sering bershalawat kepada nabi

    56. Cintai keluarga Nabi saw

    57. Jangan terlalu banyak hutang

    58. Jangan terlampau mudah berjanji

    59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara

    60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bercakap-cakap yang tidak berguna

    61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh

    62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar

    63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu

    64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita

    65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi

    66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya

    67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita

    68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan

    69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan

    70. Jangan melukai hati orang lain

    71. Jangan membiasakan berkata dusta

    72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian

    73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab

    74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan

    75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita

    76. Jangan membuka aib orang lain

    77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berjaya dari kita

    78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana

    79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan

    80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya

    81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara

    82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain

    83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara

    84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa

    85. Hargai kejayaan dan pemberian orang

    86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan

    87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan

    88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kemamapuan diri kita

    89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan jasmani atau fikiran kita menjadi terganggu

    90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana

    91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita

    92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina

    93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya

    94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban

    95. Sambutlah huluran tangan setiap orang (pastikan aurat) dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan

    96. Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri

    97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan

    98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerosakan

    99. Jangan berjaya di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

  61. Paulke on

    Hallo Bang Ray…

    Bagaimana kabarnya nih, kapan lagi bisa main ke banjarmasin, kabar-kabarin ya kalo kesini biar bisa ketemu lagi…

    Tetap Semangat Bang, Maju Terus ‘n GBU…

    Salam Perjuangan

  62. Ray Rangkuti on

    U Paulke

    Apa kabar juga. Belum tau. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Banjarmasih selalu memikat, karenanya, selalu ingin ke sana.

    Maju terus juga ya. Sukses untukmu selalu

  63. Paulke on

    Kabar baek bang…
    oke di tunggu lagi kehadiran nya di kota seribu sungai bang…

  64. k bukary on

    hari ini senin tanggal 16 Maret 2009, I Gusti Putu anggota KPU menyampaian di Apa Kabar Indonesia Pagi TV One dalam wawancara via telepon bahwa kartu suara sudah dicetak 100 persen. sementara pada minggu malam sebelumnya tanggal 15 Maret 2009, informasi masih ada sekian persen(saya lupa)yang belum dicetak disampaikan beliau dalam acara Democrazy di Metro TV bareng sama Pak Rangkuti, kira-kira yang bener mana neeh. tolong kasih dong rakyat yang bodoh ini yang benar-benar saja jangan yang bohong, emangnya seneng kalau Indonesia jadi kacau ?

  65. Bakhtar Rangkuti on

    Halo bos, kenalkan nama sy bakhanizar als bakhtar,Putra Maga, tinggal di Jkt Jl.Asia Baru Tanjakan RT 005/Rw 004, Duri Kepa Jkt Brt. Sebenarnya sdh lama kenal ….nama Ray Rangkuti sejak dr KIPP dulu krn bbrp teman2 di Padang jg menjadi anggota KIIP, dan smpi skrg setelah di LIMA.Kapan….bs ktemu ni bos soalnya ngak sip lah klu cm kenal nama……,Acara Pertemuan Rangkuti di Menteng pd sabtu 21 Maret kamarin sebenarnya ingin ikut tp belum ada rezekinya, gmana pertemuan kemarin bang…….????? bgs dg tentunya ????

  66. Aditiya on

    Salam kenal Bang, Nama saya Aditiya syaputra dan saya masih kuliah di umsu dan baru semeter dua, saya ingin sekali seperti Bang Ray, yang selalu memperjuangkan nasib rakyat, saya ingin belajar itu dari bang ray, jujur saya sangat Ngefans sama Bang Ray dan ngefans juga sama cara berfikir Abang, apa lagi Abang memiliki liberal yan begitu kuat.saya ingin menjadi aktivis yang selalu memperjuangkan bangsa ini, dan mementingkan nasib rakyat kecil, ya seperti Bang Ray ini lah.bisakah saya seperti bang Ray??

  67. Ray Rangkuti on

    Untuk K. Bukari

    Sewaktu di Metro TV, pak Putu menyebutkan beberapa data terakhir tentang pengadaan dan distribusi logistik pemilu. Tapi, seperti diketahui, data ini dengan cepat bisa berubah karena pada dasarnya data yang diungkapkan belum final.

    Adapun data yang berbah-ubah itu, mungkin akibat fluktuasi percetakan dan distribusinya yang cepat tersebut.

    Hanya, seperti disaksikan sendiri oleh K. Bukari, pak Putu berjanji bahwa semua logistik akan aman. Jika tidak, katanya, beliau siap untuk mundur dari anggota KPU.

    Kita liat aja di tanggal 9 April 2009 yang akan datang.

  68. Ray Rangkuti on

    Untuk Bahtar Rangkuti

    Horas… apa kabar?

    tentu, kapan waktu, dapat bertemu dengan kita. Mudah-mudahan ada waktu yang tepat.

  69. Ray Rangkuti on

    Untuk Aditya

    Tentu saja bisa dek Aditya. Kalau kemauan membantu masyarakat jalannya sepanjang mata melihat. Kemauan dan kerelaan untuk berbuat memang menjadi dasarnya.

    Maju terus dan sukses dalam belajar dan pengabdiannya.

  70. bang on

    Saya selaku masyarakat Madina yang berdomisili tepatnya di Gunung Baringin
    Kec. Panyabungan Timur, Sangat sedih melihat peta pembangunan yang ada di MADINA, dimana saya membaca di harian waspada edisi April 2009 tentang paparan rencana pemangunan PEMKAB Madina tidak satupun tercantum Pembangunan Jalan di KEc Panyabungan Timur (Gunung Baringin, Parmompang, Pagur, Tanjung, Ranto Natas, SIrangkap) Padahal KEcamatan ini adalah pemasok hasil bumi yang cukup besar untuk MADINA, saya tidak tau apa dosa dari Masyarakat Panyabungan Timur terhadap Pejabat Maupun Anggota Dewan (yang menyetujui) sehingga Desa2 Di kecamatan jalannya hancur2 hancuran sejak 1982 ga pernah di aspal. apakah karena waktu pemilihan Bupati dulu tidak ada suara mendukung Bupati sekarang..? sehingga Pembangunan itu tertumpah semua ke pantai barat (NATAL,BATAHAN, UTABUYUNG..) sana.. Haruskah Rakyat di Panyabungan Timur Menahan ketidak adilan dalam pembangunan ini hanya karena sentimen pribadi yang diabadikan Wallahu a’lam).
    Harapan saya Dengan terpilihnya Wakil Rakyat yang baru ini dapat memberikan nuansa cerah bagi Panyabungan Timur.

  71. Ray Rangkuti on

    Untuk Bang On mei

    Selalu harus ada upaya untuk memperjuangkan. Watak pemda kita, di mana saja nampaknya, bukan melayani tetapi ingin dilayani.

    Masyarakat harus berani mengeluarkan pandangan dan sikapnya.Tanpa itu, kita selalu akan diabaikan.

    Maju terus dan sukses

  72. Rina on

    Assalamu’alaikum, P’kabarnya bang?
    Wah tambah sibuk aja nih………. sukses ya Bang…….

  73. edy rangkuty on

    Ada yang tau alamat atau no tlp bang ray gak….
    tolong bagi kegue donkkk….

    tu sude alak mandailing salam kenal..

  74. ray rangkuti on

    U Rina

    Hehehe..makasih Rina

  75. ray rangkuti on

    U Edy

    Hai Dy, salam kenal. No ada, tapi via email ya. Tolong tulis email mu

  76. ray on

    Undangan Pengajian Konstitusi, ” Membedah Ekonomi Konstitusi,” bersama Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Jumat 19 Juni 2009, Jam 19.00-22.00, di Jalan Metro Alam IV, No 14, Pondok Indah, Jakarta Selatan.

  77. ela on

    Assalamu’alaikum bang ray….
    pa kabarnya? moga baik dan sukses selalu yah….
    tampaknya sibuk bgt ya menjelang pemilu pilpres….
    semoga kita dapat berjumpa lagi…

  78. herawati_ela on

    Assalamu’alaikum bang ray….
    pa kabarnya? moga baik dan sukses selalu yah….
    tampaknya sibuk bgt ya menjelang pemilu pilpres….

  79. Ray Rangkuti on

    Hai Ela,

    apa juga kabarnya? Biasalah, orang yang pilpres, kita yang ribut. Hehehe

  80. pyb. on

    ass. bang…

    bang

    apa ga ada rencana nyalon bupati MADINA 2010 nanti
    soalnya udah mulai rame ni…
    kalau ga abang mulai sekarang kapan lagi bang…
    biar bisa maju Daerah kita bang….

    kami dari masyarakat siap mendukung.

    trims ya bang…

  81. rina silviyani on

    bang gmn kbrnya skr?ko sekarang ga ada kbr kmn ja?

  82. riki on

    salam kenal bang
    berjuang untuk kemajuan

  83. ray rangkuti on

    To PYB

    Bo biado dongan, na poda adong rencana. Biar ma halak nalain ma jolo. hehe

  84. ray rangkuti on

    To riki,

    Hai riki, apa juga kabarnya?

  85. ray rangkuti on

    IKUTI LOMBA KARYA TULIS FIKSI UNTUK KALANGAN SMP/SMA SE MANDAILING-NATAL

    Sarat peserta
    1.Pelajar SMU di Mandailing-Natal, 2. Menunjukan fotocopy kartu pelajar atau identitas lain yang menunjukan pelajar di Mandailing-Natal

    Tema Tulisan
    Bermuatan lokal : keindahan alam, lingkungan hidup, kepahlawanan, cerita rakyat, sosial, budaya, seni, adat-istiadat masyarakat Madina1. Cat: tidak diperkenankan menulis pornografi, anti suku, agama dan ras, fitnah, mengkampanyekan kejahatan sosial (seperti narkoba, pergaulan bebas, dll).

    Persaratan Tulisan
    1.Tulisan fiksi, diketik rapi, orisinil, dan berbahasa Mandailing
    2.Panjang tulisan antara 7000 – 10.000 karakter
    3.Diikirim ke : Jl. Lautze No Lautze No 62C, Pasar Baru, JakPus, 10710, Telp: 021 94034598
    4.Naskah dikirim tanggal 10 Agustus – 20 September 2009

    Dewan Juri :
    1. Hamsad Rangkuti 2. Amir Husin Daulay. 3. Arie F. Batubara

    Penyelenggara
    Yayasan Syarif&Saudah
    bekerja sama dengan Toko Buku Gerak-Gerik dan Penerbit Mizan

  86. Arie Hernadhy on

    Fakta di Balik Kriminalisasi KPK, dan Keterlibatan SBY
    November 12, 2009 by dreweight

    Oleh : Rina Dewreight

    Apa yang terjadi selama ini sebetulnya bukanlah kasus yang sebenarnya, tetapi hanya sebuah ujung dari konspirasi besar yang memang bertujuan mengkriminalisasi institusi KPK. Dengan cara terlebih dahulu mengkriminalisasi pimpinan, kemudian menggantinya sesuai dengan orang-orang yang sudah dipilih oleh “sang sutradara”, akibatnya, meskipun nanti lembaga ini masih ada namun tetap akan dimandulkan.

    Agar Anda semua bisa melihat persoalan ini lebih jernih, mari kita telusuri mulai dari kasus Antasari Azhar. Sebagai pimpinan KPK yang baru, menggantikan Taufiqurahman Ruqi, gerakan Antasari memang luar biasa. Dia main tabrak kanan dan kiri, siapa pun dibabat, termasuk besan Presiden SBY.

    Antasari yang disebut-sebut sebagai orangnya Megawati (PDIP), ini tidak pandang bulu karena siapapun yang terkait korupsi langsung disikat. Bahkan, beberapa konglomerat hitam — yang kasusnya masih menggantung pada era sebelum era Antasari, sudah masuk dalam agenda pemeriksaaanya.

    Tindakan Antasari yang hajar kanan-kiri, dinilai Jaksa Agung Hendarman sebagai bentuk balasan dari sikap Kejaksaan Agung yang tebang pilih, dimana waktu Hendraman jadi Jampindsus, dialah yang paling rajin menangkapi Kepala Daerah dari Fraksi PDIP. Bahkan atas sukses menjebloskan Kepala Daerah dari PDIP, dan orang-orang yang dianggap orangnya Megawati, seperti ECW Neloe, maka Hendarman pun dihadiahi jabatan sebagai Jaksa Agung.

    Setelah menjadi Jaksa Agung, Hendarman makin resah, karena waktu itu banyak pihak termasuk DPR menghendaki agar kasus BLBI yang melibatkan banyak konglomerat hitam dan kasusnya masih terkatung –katung di Kejaksaan dan Kepolisian untuk dilimpahkan atau diambilalih KPK. Tentu saja hal ini sangat tidak diterima kalangan kejaksaan, dan Bareskrim, karena selama ini para pengusaha ini adalah tambang duit dari para aparat Kejaksaan dan Kepolisian, khususnya Bareskrim. Sekedar diketahui Bareskrim adalah supplier keungan untuk Kapolri dan jajaran perwira polisi lainnya.

    Sikap Antasari yang berani menahan besan SBY, sebetulnya membuat SBY sangat marah kala itu. Hanya, waktu itu ia harus menahan diri, karena dia harus menjaga citra, apalagi moment penahanan besannya mendekati Pemilu, dimana dia akan mencalonkan lagi. SBY juga dinasehati oleh orang-orang dekatnya agar moment itu nantinya dapat dipakai untuk bahan kampanye, bahwa seorang SBY tidak pandang bulu dalam memberantas korupsi. SBY terus mendendam apalagi, setiap ketemu menantunya Anisa Pohan , suka menangis sambil menanyakan nasib ayahnya.

    Dendam SBY yang membara inilah yang dimanfaatkan oleh Kapolri dan Jaksa Agung untuk mendekati SBY, dan menyusun rencana untuk “melenyapkan” Antasari. Tak hanya itu, Jaksa Agung dan Kapolri juga membawa konglomerat hitam pengemplang BLBI [seperti Syamsul Nursalim, Agus Anwar, Liem Sioe Liong, dan lain-lainnya) , dan konglomerat yang tersandung kasus lainnya seperti James Riyadi (kasus penyuapan yang melibatkan salah satu putra mahkota Lippo, Billy Sindoro terhadap oknun KPPU dalam masalah Lipo-enet/Astro, dimana waktu itu Billy langsung ditangkap KPK dan ditahan), Harry Tanoe (kasus NCD Bodong dan Sisminbakum yang selama masih mengantung di KPK), Tommy Winata (kasus perusahaan ikan di Kendari, Tommy baru sekali diperiksa KPK), Sukanto Tanoto (penggelapan pajak Asian Agri), dan beberapa konglomerat lainnya].

    Para konglomerat hitam itu berjanji akan membiayai pemilu SBY, namun mereka minta agar kasus BLBI , dan kasus-kasus lainnya tidak ditangani KPK. Jalur pintas yang mereka tempuh untuk “menghabisi Antasari “ adalah lewat media. Waktu itu sekitar bulan Februari- Maret 2008 semua wartawan Kepolisian dan juga Kejaksaan (sebagian besar adalah wartawan brodex – wartawan yang juga doyan suap) diajak rapat di Hotel Bellagio Kuningan. Ada dana yang sangat besar untuk membayar media, di mana tugas media mencari sekecil apapun kesalahan Antasari. Intinya media harus mengkriminalisasi Antasari, sehingga ada alasan menggusur Antasari.

    Nyatanya, tidak semua wartawan itu “hitam”, namun ada juga wartawan yang masih putih, sehingga gerakan mengkriminalisaai Antasari lewat media tidak berhasil.

    Antasari sendiri bukan tidak tahu gerakan-gerakan yang dilakukan Kapolri dan Jaksa Agung yang di back up SBY untuk menjatuhkannya. Antasari bukannya malah nurut atau takut, justeru malah menjadi-hadi dan terkesan melawan SBY. Misalnya Antasari yang mengetahui Bank Century telah dijadikan “alat” untuk mengeluarkan duit negara untuk membiayai kampanye SBY, justru berkoar akan membongkar skandal bank itu. Antasari sangat tahu siapa saja operator –operator Century, dimana Sri Mulyani dan Budiono bertugas mengucurkan duit dari kas negara, kemudian Hartati Mudaya, dan Budi Sampurna, (adik Putra Sanpurna) bertindak sebagai nasabah besar yang seolah-olah menyimpan dana di Century, sehingga dapat ganti rugi, dan uang inilah yang digunakan untuk biaya kampanye SBY.

    Tentu saja, dana tersebut dijalankan oleh Hartati Murdaya, dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Paratai Demokrat, dan diawasi oleh Eddy Baskoro plus Djoko Sujanto (Menkolhukam) yang waktu itu jadi Bendahara Tim Sukses SBY. Modus penggerogotan duit Negara ini biar rapi maka harus melibatkan orang bank (agar terkesan Bank Century diselamatkan pemerintah), maka ditugaskan lah Agus Martowardoyo (Dirut Bank Mandiri), yang kabarnya akan dijadikan Gubernur BI ini. Agus Marto lalu menyuruh Sumaryono (pejabat Bank Mandiri yang terkenal lici dan korup) untuk memimpin Bank Century saat pemerintah mulai mengalirkan duit 6,7 T ke Bank Century.

    Antasari bukan hanya akan membongkar Century, tetapi dia juga mengancam akan membongkar proyek IT di KPU, dimana dalam tendernya dimenangkan oleh perusahaannya Hartati Murdaya (Bendahara Demokrat). Antasari sudah menjadi bola liar, ia membahayakan bukan hanya SBY tetapi juga Kepolisian, Kejaksaan, dan para konglomerat , serta para innercycle SBY. Akhirnya Kapolri dan Kejaksaan Agung membungkam Antasari. Melalui para intel akhirnya diketahui orang-orang dekat Antasari untuk menggunakan menjerat Antasari.

    Orang pertama yang digunakan adalah Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin memang cukup dekat Antasari sejak Antasari menjadi Kajari, dan Nasrudin masih menjadi pegawai. Maklum Nasrudin ini memang dikenal sebagai Markus (Makelar Kasus). Dan ketika Antasari menjadi Ketua KPK, Nasrudin melaporkan kalau ada korupsi di tubuh PT Rajawali Nusantara Indonesia (induk Rajawali Putra Banjaran). Antasari minta data-data tersebut, Nasrudin menyanggupi, tetapi dengan catatan Antasari harus menjerat seluruh jajaran direksi PT Rajawali, dan merekomendasarkan ke Menteri BUMN agar ia yang dipilih menjadi dirut PT RNI, begitu jajaran direksi PT RNI ditangkap KPK.

    Antasari tadinya menyanggupi transaksi ini, namun data yang diberikan Nasrudin ternyata tidak cukup bukti untuk menyeret direksi RNI, sehingga Antasari belum bisa memenuhi permintaan Nasrudin. Seorang intel polsi yang mencium kekecewaan Nasrudin, akhirnya mengajak Nasrudin untuk bergabung untuk melindas Antasari. Dengan iming-iming, jasanya akan dilaporkan ke Presiden SBY dan akan diberi uang yang banyak, maka skenario pun disusun, dimana Nasrudin disuruh mengumpan Rani Yulianti untuk menjebak Antasari.

    Rupanya dalam rapat antara Kapolri dan Kejaksaan, yang diikuti Kabareskrim. melihat kalau skenario menurunkan Antasari hanya dengan umpan perempuan, maka alasan untuk mengganti Antasari sangat lemah. Oleh karena itu tercetuslah ide untuk melenyapkan Nasrudin, dimana dibuat skenario seolah yang melakukan Antasari. Agar lebih sempurna, maka dilibatkanlah pengusaha Sigit Hario Wibisono. Mengapa polisi dan kejaksaan memilih Sigit, karena seperti Nasrudin, Sigit adalah kawan Antasari, yang kebetulan juga akan dibidik oleh Antasari dalam kasus penggelapan dana di Departemen Sosial sebasar Rp 400 miliar.

    Sigit yang pernah menjadi staf ahli di Depsos ini ternyata menggelapakan dana bantuan tsunami sebesar Rp 400 miliar. Sebagai teman, Antasari, mengingatkan agar Sigit lebih baik mengaku, sehingga tidak harus “dipaksa KPK”. Nah Sigit yang juga punya hubungan dekat dengan Polisi dan Kejaksaan, mengaku merasa ditekan Antasari. Di situlah kemudian Polisi dan Kejaksaan melibatkan Sigit dengan meminta untuk memancing Antasari ke rumahnya, dan diajak ngobrol seputar tekana-tekanan yang dilakukan oleh Nasrudin. Terutama, yang berkait dengan “terjebaknya: Antasari di sebuah hotel dengan istri ketiga Nasrudin.

    Nasrudin yang sudah berbunga-bunga, tidak pernah menyangka, bahwa akhirnya dirinyalah yang dijadikan korban, untuk melengserkan Antasari selama-laamnya dari KPK. Dan akhirnya disusun skenario yang sekarang seperti diajukan polisi dalam BAP-nya. Kalau mau jujur, eksekutor Nasrudin buknalah tiga orang yangs sekarang ditahan polisi, tetapi seorang polisi (Brimob ) yang terlatih.

    Bibit dan Chandra. Lalu bagaimana dengan Bibit dan Chandra? Kepolisian dan Kejaksaan berpikir dengan dibuinya Antasari, maka KPK akan melemah. Dalam kenyataannya, tidak demikian. Bibit dan Chandra , termasuk yang rajin meneruskan pekerjaan Antasari. Seminggu sebelum Antasari ditangkap, Antasari pesan wanti-wanti agar apabila terjadi apa-apa pada dirinya, maka penelusuran Bank Century dan IT KPU harus diteruskan.

    Itulah sebabnya KPK terus akan menyelidiki Bank Century, dengan terus melakukan penyadapan-penyadap an. Nah saat melakukan berbagai penyadapan, nyangkutlah Susno yang lagi terima duit dari Budi Sammpoerna sebesar Rp 10 miliar, saat Budi mencairkan tahap pertama sebasar US $ 18 juta atau 180 miliar dari Bank Century. Sebetulnya ini bukan berkait dengan peran Susno yang telah membuat surat ke Bank Century (itu dibuat seperti itu biar seolah–olah duit komisi), duit itu merupakan pembagian dari hasil jarahan Bank Century untuk para perwira Polri. Hal ini bisa dipahami, soalnya polisi kan tahu modus operansi pembobolan duit negara melalui Century oleh inner cycle SBY.

    Bibit dan Chandra adalah dua pimpinan KPK yang intens akan membuka skandal bank Bank Century. Nah, karena dua orang ini membahayakan, Susno pun ditugasi untuk mencari-cari kesalahan Bibit dan Chandra. Melalui seorang Markus (Eddy Sumarsono) diketahui, bahwa Bibit dan Chandra mengeluarkan surat cekal untuk Anggoro. Maka dari situlah kemudian dibuat Bibit dan Chandra melakukan penyalahgunaan wewenang.

    Nah, saat masih dituduh menyalahgunakan wewenang, rupanya Bibit dan Chandra bersama para pengacara terus melawan, karena alibi itu sangat lemah, maka disusunlah skenario terjadinya pemerasan. Di sinilah Antasari dibujuk dengan iming-iming, ia akan dibebaskan dengan bertahap (dihukum tapi tidak berat), namun dia harus membuat testimony, bahwa Bibit dan Chandra melakukan pemerasan.

    Berbagai cara dilakukan, Anggoro yang memang dibidik KPK, dijanjikan akan diselsaikan masalahnya Kepolisian dan Jaksa, maka disusunlah berbagai skenario yang melibatkanAnggodo, karena Angodo juga selama ini sudah biasa menjadi Markus. Persoalan menjadi runyam, ketika media mulai mengeluarkan sedikir rekaman yang ada kalimat R1-nya. Saat dimuat media, SBY konon sangat gusar, juga orang-orang dekatnya, apalagi Bibit dan Chandra sangat tahu kasus Bank Century. Kapolri dan Jaksa Agung konon ditegur habis Presiden SBY agar persoalan tidak meluas, maka ditahanlah Bibit dan Chandra ditahan. Tanpa diduga, rupanya penahaan Bibit dan Chandra mendapat reaksi yang luar biasa dari publik maka Presiden pun sempat keder dan menugaskan Denny Indrayana untuk menghubungi para pakar hokum untuk membentuk Tim Pencari Fakta (TPF).

    Demikian, sebetulnya bahwa ujung persoalan adalah SBY, Jaksa Agung, Kapolri, Joko Suyanto, dan para kongloemrat hitam, serta innercycle SBY (pengumpul duit untk pemilu legislative dan presiden). RASANYA ENDING PERSOALAN INI AKAN PANJANG, KARENA SBY PASTI TIDAK AKAN BERANI BERSIKAP. Satu catatan, Anggoro dan Anggodo, termasuk penyumbang Pemilu yang paling besar.

    Jadi mana mungkin Polisi atau Jaksa, bahkan Presiden SBY sekalipun berani menagkap Anggodo!

    Posted in Uncategorized | Leave a Comment »

    Hello world!
    November 12, 2009 by dreweight
    Posted in Uncategorized | 1 Comment »

    Blog at WordPress.com.
    Entries (RSS) and Comments (RSS).

    Sumber informasi website:
    http://faktakriminalisasi.wordpress.com/

    Kwik Kian Gie: Istilah “Sistemik” yang Bersayap. Integritas Boediono sebagai guru besar/dosen, negarawan & WAPRES patut dipertanyakan ?
    Date: Thursday, November 19, 2009, 10:31 AM

    Kwik Kian Gie: Istilah “Sistemik” yang Bersayap

    Kasus bank Century menurut Kwik Kian Gie
    Date: Wednesday, November 18, 2009, 5:31 PM

    Istilah “Sistemik” yang Bersayap

    Kasus Bank Century

    Kwik Kian Gie

    Untuk pertama kalinya, Boediono, yang begitu erat keterkaitannya dengan kasus Bank Century (BC) dan sekarang wakil presiden, memberikan keterangan tentang BC seusai salat Jumat, 6 November yang lalu. Jelas saja dia harus membela bahwa suntikan dana yang demikian besar untuk bank yang demikian kecil memang diperlukan, karena dia dalam kedudukan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) adalah tokoh kunci ketika bail out yang kontroversial dilakukan.

    Dikatakan bahwa bail out dilakukan untuk menghindari efek domino yang sistemik, tidak untuk menyelamatkan bank, dan juga tidak untuk menyelamatkan kepentingan deposan besar. Dikatakan juga, harus dibedakan antara tindak kejahatan dan tindakan penyelamatan. Dan penyelamatan itu tidak untuk kepentingan eksistensi bank-nya, tidak untuk kepentingan deposan besar, tetapi untuk menghindari kerusakan dunia perbankan secara sistemik.

    Wapres Boediono tidak mengemukakan data dan fakta dalam pernyataannya. Kalau dia boleh membentuk opini publik dengan cara demikian, saya merasa juga boleh mengemukakan data dan fakta yang termuat dalam berbagai media massa dan yang termuat dalam “Laporan Kemajuan Pemeriksaan Investigasi atas Kasus Bank Century” yang ditulis oleh BPK dan ditandatangani pada tanggal 26 September 2009 oleh Suryo Ekawoto Suryadi selaku Penanggung Jawab Pemeriksaan. Apa semua data dan fakta tersebut? Antara lain sebagai berikut.

    Kelahiran BC yang sangat bermasalah beserta keseluruhan proses kerusakannya dibiarkan secara sistemik oleh BI. Laporan Keuangan Bank Pikko dan Bank CIC, yang dinyatakan disclaimer oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dijadikan dasar merger. Pemegang saham pengendali yang tidak memenuhi fit and proper test tetap dipertahankan. Pengurus bank, yaitu direksi dan komisaris, ditunjuk tanpa melalui fit and proper test. Oleh karena kesulitan likuiditas yang dihadapinya, BC mengajukan permohonan fasilitas pinjaman jangka pendek (FPJP) kepada BI pada tanggal 30 Oktober 2008 sebesar Rp 1 triliun. Permohonan tersebut diulangi pada 3 November 2008. Karena pada saat mengajukan permohonan FPJP, posisi CAR BC menurut analisis BI adalah positif 2,35% (posisi 30 September 2008), sedangkan persyaratan untuk memperoleh FPJP sesuai dengan PBI No. 10/26/PB/2008 tentang FPJP Bank Umum, CAR-nya minimal harus 8%, BC tidak memenuhi syarat untuk memperoleh FPJP.

    Secara sistemik, pada 14 November 2008, BI mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai persyaratan pemberian FPJP dari semula CAR minimal 8% menjadi CAR minimal positif (asalkan di atas 0%). Dengan perubahan ketentuan tersebut dan dengan menggunakan posisi CAR per 30 September 2008 sebesar positif 2,35%, BI menyatakan bahwa BC memenuhi syarat untuk memperoleh FPJP.

    Sementara itu, hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa CAR BC pada 31 Oktober 2008 sudah negatif 3,53%, sehingga seharusnya BC tidak memenuhi syarat untuk memperoleh FPJP. Selain itu, sebagian jaminan FPJP yang diperjanjikan sebesar Rp. 469,99 miliar ternyata tidak secured.

    Berdasarkan perubahan PBI tersebut, pada 14 November 2008, BI menyetujui pemberian FPJP kepada BC. Jumlah FPJP yang telah disalurkan kepada BC adalah Rp 689,39 miliar yang dicairkan pada 14 November 2008 sebesar Rp 356,81 miliar, 17 November 2008 sebesar Rp 145,26 miliar, dan 18 November 2008 sebesar Rp. 187,32 miliar.

    Digerogoti Pemilik

    Secara sistemik, BC digerogoti oleh pemilik dan atau manajemennya sendiri, yang secara sistemik pula dibiarkan oleh BI. Faktanya sebagai berikut. Setelah BC ditempatkan dalam pengawasan khusus pada 6 November 2008, BI tidak mengizinkan penarikan dana dari pihak terkait yang tersimpan dalam BC. (PBI No. 6/9/PBI/2004 yang diubah dengan PBI No. 7/38/PBI/2005 tentang Tindak Lanjut Pengawasan dan Penetapan Status Bank). Namun, setelah itu toh ada penarikan dana oleh pihak terkait sebagai berikut.

    ? Rp. 454,898 miliar

    ? USD 2,22 juta

    ? AUD 164,81 ribu

    ? SGD 41,28 ribu.

    Pada 14 November 2008, Robert Tantular (RT) memerintahkan BC Cabang Surabaya memindahkan deposito milik salah satu nasabah BC senilai USD 96 juta dari kantor Cabang Surabaya-Kertajaya ke Kantor Pusat Operasional (KPO) Senayan. Setelah itu, Dewi Tantular (DT) dan RT mencairkan deposito tersebut senilai USD 18 juta tanggal 15 November 2008 yang digunakan oleh DT (Kepala Divisi Bank Notes) untuk menutupi kekurangan bank notes yang telah digunakan untuk keperluan pribadi DT; DT telah menjual bank notes ke luar negeri dengan jumlah yang melebihi jumlah yang tercatat, sehingga secara akumulatif terjadi selisih kurang antara fisik bank notes dan catatan akuntansi. Deposito milik nasabah tersebut kemudian diganti oleh BC dengan dana yang berasal dari FPJP.

    Suntikan dana sebesar Rp 6,72 triliun kepada BC, dinyatakan untuk menghindari kerusakan sistem perbankan Indonesia secara sistemik. Mari kita lihat angka-angkanya sebagai berikut. Fungsi BC dalam industri perbankan hanya 0,68 % dalam rasio DPB bank/DPK industri dan rasio kredit bank/kredit industri hanya 0,42 %. Maka, fungsi BC dalam industri perbankan tidak ada artinya sama sekali. Di mana sistemiknya ? Mungkin sangat berarti untuk pihak-pihak tertentu yang menggunakan BC sebagai pencuci uang dan berbagai praktik kotor yang masih harus dibuktikan oleh laporan final oleh BPK.

    Aspek psikologis pasar dibuat-buat dengan tameng “tidak bisa diukur”, padahal kalau semua kewajiban kepada bank dibayar sepenuhnya dan dilikuidasi, sedangkan kewajiban kepada deposan lainnya dibayar maksimum Rp 2 miliar per account sesuai peraturan, sama sekali tidak ada dampak sistemiknya. Mengapa? Karena aktiva antarbank BC 24,28 % dan pasiva antarbank 19,34 %, sehingga per saldo BC mempunyai tagihan neto sebesar 4,94 % kepada bank-bank lain dalam hubungan inter bank call money market. Maka, kalau BC dilikuidasi, tidak ada bank yang dirugikan. Yang dirugikan para deposan besar yang menyimpan uangnya dalam BC dan akhirnya dirampok (istilahnya JK) oleh para pemegang sahamnya sendiri.

    Kalau mau memasukkan faktor psikologis, mestinya pemerintah dan BI memperhatikan demikian banyaknya uang yang kehilangan tabungan seumur hidupnya, karena penipuan oleh Antaboga ala Madoff yang sangat terkait dengan BC. Pemerintah tidak mempedulikannya sama sekali, apakah sudah ada yang bunuh diri atau tidak, apakah banyak yang menangis atau tidak, apakah ada yang akan mati karena tidak mampu membayar biaya pengobatannya. atau tidak.

    Penulis adalah mantan Menko Ekuin

    Kwik Kian Gie

  87. koplakz on

    Ray,,, Ray,,, Gayamu selangit ,ambisimu gede,cara pikirmu kedodoran, lo beken karena mendapat angin dari barisan sakit hati,lo OMDO banget,ngomong deh lo sampe monyong… orang – orang yang bisa lihat kebenaran gak akan terprovokasi sm lo…

  88. lenti tjahjani on

    pokoknya sukses, sehat & bahagia selalu

  89. tamasolusi on

    no komen ach…

  90. […] tidak serius membersihkan diri. Reaksi ini terlontar dari Direktur Nasional Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Di pihak lain orang berharap Refly Harun bisa menjadi whistle blower sekaligus suspect, karena […]

  91. Jimmy on

    Boleh tau nomer tlp bang Ray Rangkuti untuk wawancara peliputan berita TV, terima kasih (email ke jmashuri@gmail.com)

  92. Forum PPL on

    Kepada Yth.

    Bapak Ray Rangkuti
    di –
    T e m p a t

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Dengan hormat,

    Sehubungan dengan tahapan dan jadwal Pemilihan Umum Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2013 yang telah diselenggarakan bahwa telah terjadi pelanggaran administrasi dan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kec. Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir. sekaligus menindaklanjuti laporan pengaduan kami tanggal 22 Januari 2014 ke Kejaksaan Negeri Kayuagung beberapa hari yang lalu (saat ini sudah mulai diproses hukum).

    Bahwasanya, kami telah memberikan laporan secara lisan dan tertulis atas hasil temuan kasus ini kepada Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir bulan September 2013, kemudian menindaklanjuti kembali laporan tersebut secara tertulis bulan Desember 2013 kepada Panwaslu Provinsi Sumatera Selatan dan Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir.

    Akan tetapi sampai sekarang bahwa kasus ini masih tidak tuntas dan tidak terselesaikan oleh Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir yang hanya ‘mengobral’ janji terbukti tuntutan kami agar ketiga orang Panwascam (ELVA ROSI, HAIRUDDIN, DEDI IRAWAN) segera diberhentikan dan diproses secara hukum akan tetapi ketiga orang tersebut masih tetap menjabat dan tidak tersentuh hukum.

    Selain dari pada itu Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir telah membuat pernyataan damai kemudian berjanji kepada kami PPL akan menyelesaikan kasus ini secara tuntas sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku dinegara yang kita cintai ini, namun ternyata janji itu hanya isapan jempol belaka. Jadi ada ‘permainan’ politik apakah ditubuh Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir dan Panwaslu Kecamatan Tanjung Raja…???

    Adapun bentuk pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh Panwaslu Kec. Tg. Raja Kabupaten Ogan Ilir adalah sebagai berikut :
    a. Dalam proses pendaftaran sebagai Panwaslu Kecamatan, sdr. ELVA ROSI terindikasi melakukan Pelanggaran Administrasi guna memenuhi persyaratan dengan membuat pernyataan palsu bahwa tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu bermaterai 6.000 sesuai dengan Pengumuman Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Selatan Nomor : 01/P/Bawaslu/Sumsel/2013 tertanggal 06 Januari 2013 serta mengacu pada Undang Undang Nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu. Akan tetapi pada kenyataannya bahwa suami sah dari sdr. ELVA ROSI yang bernama SELAMAT sudah menjabat sebagai Staf Pelaksana di Sekretariat PPS Kelurahan Tanjung Raja Timur dengan Surat Keputusan Nomor : 05/SK/Kel-Tratim/I/2013 tertanggal 08 Januari 2013 dan masih menjabat sampai sekarang, selain daripada itu sdr. SELAMAT juga sekaligus menjabat sebagai Asisten PPL Pilgub Sumsel 2013.

    b. Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tanjung Raja telah melakukan tindak pidana penggelapan dana Pilgub Sumsel 2013 dan memalsukan tanda tangan seluruh PPL se-Kecamatan Tanjung Raja dalam Laporan Penggunaan Dana Pilgub Sumsel tahun 2013 yang telah diterima oleh Panwaslu Kabupaten Ogan Ilir, antara lain ; Dana Bimtek di Indralaya, Dana Bimtek di Tanjung Raja, Uang Lembur tiap Bulan, Dana Transport tiap Rakor dan Dana Transport Inspeksi ke TPS bahwa dana-dana tersebut tidak pernah kami terima dan tanda tangan kami PPL telah dipalsukan (bukti terlampir).

    c. Berdasarkan Surat Keputusan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tanjung Raja Nomor : 003/SK/PANWASLU/TRA-OI/IV/2013 tanggal 08 April 2013 bahwa Masa Tugas Pengawas Pemilu Lapangan Kecamatan Tanjung Raja yaitu selama 4 (empat) bulan. Namun pada tanggal 01 Agustus 2013, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tanjung Raja mengeluarkan Surat Edarannya No : 137/panwaslu/Tra-OI/2013 bahwa Dana Operasional/Honor PPL bulan Juli (terakhir) sudah tidak dimasukkan lagi dalam RKA Pilkada, artinya Dana yang diterima PPL hanya 3 bulan. Sedangkan hasil klarifikasi kami dengan Pihak Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Bapak Bayumi) bahwa Anggaran Dana PPL untuk 4 (empat) bulan sudah tersalurkan ke seluruh Panwaslu Kabupaten/Kota (copy SK dan SE terlampir).

    BAHWASANYA DALAM SETIAP PROSES PENCAIRAN DANA PANWASLU DIBERIKAN LANGSUNG KEPADA KETUA PANWASLU KECAMATAN DAN TIDAK PERNAH MELIBATKAN BENDAHARA ATAUPUN SEKRETARIS PANWASLU KECAMATAN, KEMUDIAN DANA TERSEBUT DIALOKASIKAN SENDIRI DAN LANGSUNG OLEH KETUA DAN ANGGOTA PANWASLU TANPA MEMBERIKAN RKA (RENCANA KEGIATAN ANGGARAN) DAN TANPA MEMBERITAHUKAN KEPADA SEKRETARIS ATAUPUN BENDAHARA BERAPA BESARNYA DANA YANG DITERIMA OLEH KETUA PANWASLU KECAMATAN DARI KABUPATEN YANG HARUS DIALOKASIKAN.

    Selanjutnya kami berharap kiranya Kejaksaan Agung RI melalui Kejaksaan Negeri Kayuagung dan Bawaslu Republik Indonesia serta seluruh pihak yang berkompeten segera mengambil langkah-langkah konkret atas temuan pelanggaran yang telah dilakukan oleh Panwaslu Kec. Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku di Republik Indonesia demi kokohnya Penyelenggaraan Pemilu yang berasaskan jujur, adil, kepastian hukum, akuntabilitas dan profesionalitas.

    Selain daripada itu, kami juga sangat berharap kiranya Bawaslu RI sebagai Pimpinan Tertinggi kami agar bersedia untuk melakukan inspeksi ataupun temu langsung dengan kami PPL Desa/Kelurahan se-Kecamatan Tanjung Raja bahkan bila perlu PPL se-Kabupaten Ogan Ilir, sehingga seluruh permasalahan yang telah terjadi dan akan terjadi di Kabupaten Ogan Ilir dapat diatasi sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

    SEBAGAI TAMBAHAN INFORMASI BAHWA KAMI SUDAH MENERIMA HONOR PPL PEMILU LEGISLATIF DPR/DPRD/DPD 2014 SELAMA 2 BULAN, NAMUN SAMPAI SAAT DETIK INI SURAT KEPUTUSAN DAN RKA-NYA BELUM PERNAH KAMI TERIMA DAN TIDAK JELAS.

    Demikian surat ini kami sampaikan kepada bapak dan ataupun pihak yang berwenang serta pihak yang bersedia menegakan kebenaran/keadilan hukum dinegeri ini dengan harapan agar segera ditindaklanjuti. Atas perhatian dan kerjasama seluruh pihak yang telah prihatin akan nasib bangsa ini mengingat pemilu 2014 akan kita hadapi untuk itu kami ucapkan banyak terima kasih.

    Akhirnya, Semoga dalam penyelenggaraan Pemilu 2014 mendatang dapat berjalan lebih baik sesuai dengan norma etika dan citra Panwaslu sebagai pengawas dan penyelenggara pemilu yang bersih dan berkualitas.

    Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Hormat Kami,

    PPL DESA DAN KELURAHAN

    Tanwin – Hp. 082135797866
    Eduar Diyansyah – Hp. 081271797179
    Hendra Oktorianto – Hp. 082379874154
    Adi Trisna Jaya – Hp. 081256634463
    Agus Setiawan – Hp. 087796504882
    Armino Firman – Hp. 085279493221
    Ghozi Natul Asror – Hp. 085366730608
    Yos Sudarso – Hp. 082180983804
    Dan kawan-kawan..

    INFO UPTODATE :
    Saat ini hampir seluruh Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Ogan Ilir memerintahkan kepada seluruh PPL diwilayahnya masing-masing untuk menandatangani surat pernyataan yang intinya tidak akan menuntut permasalahan apapun dengan cara apapun….
    Mengapa,… Ada apa dibalik ini semua,….???!!!

    SEMOGA HUKUM MEMBELA ORANG BENAR BUKAN ORANG BESAR…

  93. UN Gofari Rkt on

    Pemilihan langsug ini kemajuan atau kemunduran bang ray, ini kepentingan NKRI bukan sebatas golongan yang mencari cara – cara balas dendam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: