WTO MEMBUNUH RAKYAT!

PERNYATAAN SIKAP BERSAMA AKSI SOLIDARITAS MELAWAN WTO
WTO MEMBUNUH RAKYAT!
Bebaskan 14 Petani yang Menjadi Tahanan Politik World Trade Organisastion (WTO) di Hong Kong
Jakarta, 9 Januari 2006

Atas nama organisasi petani, buruh, pemuda dan pelajar, serta ornop di Indonesia kami menyatakan kepedulian dan solidaritas kami terhadap penahanan 14 petani—11 dari Korea Selatan, 1 dari Cina, 1 Taiwan, dan 1 dari Jepang—yang masih ditahan oleh Kepolisian Hong Kong. Keempatbelas petani ini ditahan dengan tuduhan yang tidak masuk di akal: unlawful assembly—berkaitan pada protes anti perdagangan bebas pada Konferensi Tingkat Menteri (KTM) WTO VI di Hong Kong, 13-18 Desember 2005 lalu.

Keempatbelas petani ini termasuk dari 1.300 lebih masyarakat dari seluruh dunia yang ditangkap secara bersamaan pada tanggal 18 Desember 2005 pukul 04.00 pagi waktu Hong Kong. Masyarakat dari seluruh dunia pada waktu itu menyatakan pendapat mereka dengan damai yang menyangkut kehidupan mereka: para petani, buruh, pemuda dan mahasiswa dan masyarakat sipil lain, yang juga berkaitan dengan liberalisasi yang dipaksakan oleh WTO. Bersamaan dengan itu pula, 23 petani dari Indonesia juga ditangkap, namun telah dibebaskan dalam waktu 48 jam dari waktu penangkapan.

Walaupun saat ini keempatbelas petani tersebut telah dibebaskan dengan jaminan, namun pemerintah Hong Kong atas paksaan WTO agaknya akan memaksakan hukuman maksimal terhadap mereka, dengan tuduhan unlawful assembly (pertemuan ilegal). Kami sangat peduli terhadap kehidupan mereka, dan menuntut agar keseluruhan tahanan politik WTO ini dibebaskan tanpa syarat agar mereka bisa kembali ke kehidupan mereka dan keluarganya.

Kami juga menyuarakan pandangan kritis kami terhadap tindakan represif yang dilakukan oleh Kepolisian Hong Kong pada demonstrasi anti-WTO tanggal 17 Desember 2005. Banyak dari kami yang terluka, pengejut listrik digunakan, pentungan, semprotan iritasi kulit, air bertekanan tinggi, gas air mata, dan peluru kacang juga digunakan. Banyak terjadi pelanggaran hak asasi manusia mulai dari proses penghalauan para demonstran hingga pada proses penangkapan 1.300 lebih masyarakat dari seluruh dunia tersebut. Keseluruhan dokumennya telah dikompilasi oleh organisasi hak asasi manusia. Kami menuntut pengusutan kasus ini segera, agar hak asasi manusia ditegakkan.

Pernyataan ini juga sebagai bentuk solidaritas dan aksi nyata kami terhadap perjuangan masyarakat di seluruh dunia dalam menentang liberalisasi perdagangan dalam WTO. Kami sangat menghargai dan mendukung perjuangan rakyat dan kemerdekaan untuk mengeluarkan pendapat dan berkumpul, terutama tentang apa yang terjadi pada petani, buruh, pemuda dan pelajar, nelayan, dan rakyat lain—terutama yang dilakukan pada rangkaian aksi 13 hingga 18 Desember 2005 lalu di KTM VI WTO Hong Kong. Hal ini juga menyangkut kebijakan WTO yang membunuh petani dan seluruh rakyat, dengan dipaksakannya impor pangan—terutama beras—di Indonesia. Kami akan terus memantau secara komprehensif proses terhadap 14 petani yang masih ditahan, dan akan terus menyuarakan pembebasan terhadap mereka.

Atas nama organisasi petani, buruh, pemuda, mahasiswa, nelayan, dan ornop lain.

Globalkan perjuangan, globalkan harapan!
1. La Via Campesina, International Peasant Movement
2. FSPI (Federasi Serikat Petani Indonesia), Federation of Indonesian Peasant Union
3. SBJ (Serikat Buruh Jabotabek)
4. FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia)
5. LS-ADI (Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi Indonesia)
6. Rahayu Movement
7. LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi)
8. KAU (Koalisi Anti Utang)
9. IMWU (Indonesian Migrant Workers Union)
10. SBMI (Serikat Buruh Migran Indonesia)
11. PBHI (Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia)
12. PPNSI (Perhimpunan Petani dan Nelayan Seluruh Indonesia)
13. IGJ (Institute for Global Justice)

——
Kontak lebih lanjut:
La Via Campesina (International Operative Secretariat), Tel. +62 21 7991890 Fax. +62 21 7993426 Email. viacampesina@viacampesina.org Website. http://www.viacampesina.org

Achmad Ya’kub (FSPI), Mobile. +62817712347, Muhammad Ikhwan (FSPI), Mobile. +6281932099596 Email. fspi@fspi.or.id Website. http://www.fspi.or.id

——
This letter is a part of international campaign, and also distributed all around the world in other languages, with various organizations signed expressing our solidarity to the 12 peasants.

sumber

1 comment so far

  1. API on

    bravo..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: