Perpustakaan Fakultas Adab Berorientasi Bisnis

Perpustakaan Fakultas Adab Berorientasi Bisnis 
Jakarta, Derita UIN – Perpustakaan merupakan pendukung utama bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tanpa perpustakaan, mustahil ilmu pengetahuan berkembang. Tetapi, yang terjadi di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) berbeda. Perpustakaan berfungsi ganda. Tempat membaca dan rental komputer.
            

Puluhan mahasiswa terlihat sibuk membaca. Di tengah kesibukan itu, dua orang terlihat serius mendiskusikan isi buku yang telah dibaca sesaat yang lalu. Barisan buku tersusun rapi turut menambah suasana intelektual.

Perpustakaan FAH yang terletak di lantai 4, setiap harinya selalu dipenuhi pengunjung. Berbagai alasan mengunjung perpustakaan FAH, dari membaca, mencari bahan referensi untuk makalah, skripsi atau lainnya. 

Sekilas tak terlihat problematika yang terjadi didalamnya. Tetapi ketika di teliti lebih dalam, nuansa komerialisasi sangat kental. Keberadaan
lima unit komputer untuk disewakan kepada pengunjung membuat nuansa ruang kumpulan jendela ilmu pengetahuan menjadi bias. Perpustakaan FAH merangkap rental komputer.

Tak jadi masalah, siapa pun boleh menyewakan komputer, jika keberadaannya di luar ruang perpustakaan, terlebih di luar kampus. Dari segi harga, rental di sana memang standar dan mengikuti harga pasar, Rp 1000 per jam dan ngeprint  Rp. 400 per lembar. Tetapi keberadaannya bisa saja mengganggu pengunjung lain yang ingin serius membaca dan melakukan penelitian.Salah satu dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan, Saefudin al-Rasyid mengatakan keberadaan penyewaan (rental) komputer sangat menggangu pengguna perpustakaan ketika membaca. “Rental yang dijadikan fasilitas mahasiswa sah-sah saja sejauh tidak bertentangan dan tidak memakan tempat. Tapi rental yang ada di perpustakaan sedikit-banyak mengganggu pengguna perpustakaan yang sedang membaca atau yang lainnya. Lebih ideal dan relevan jika rental komputer yang ada di perpustakaan FAH itu kalau terpisah.” tegasnya.

Seharusnya lima unit komputer, ruang khusus ber-AC, bagian dari fasilitas yang di harus di terima pengunjung, tanpa harus dimintai bayaran. Mengapa? Karena komputer merupakan satu unit dari buku. Proses penelusuran dan pengembangan ilmu pengetahuan akan lebih efektif ketika terdapat komputer jika di sana tidak ada nuansa komerialisasi!! (alp)

4 comments so far

  1. Ibn Ghifarie on

    Komersialisasi Perpustakaan…!!

  2. mifka on

    Bangsat intelektual!

  3. PMB Bandung on

    … saya dari Perhimpunan Mahasiswa Bandung ….
    berita tentang mahasiswa nya kurang😉

  4. Kusuma on

    saya dari alumni IPSI UIN 2004, mungkin benar apa yang dikatakan oleh dosen kta “pak saefudin rosyid”, mengganggu memang karena terlihat adanya bisnis, tapi yang perlu dilihat,perpustakaan layaknya “seorang manusia” yg harus memenuhi kebutuhan hajat hidupnya, yg berarti hars bisa mandiri.tidak dibisa dipungkiri,klo perpustakaan hanya bergantung pd biaya dri pusat, maka “kerapuhan” secara perlahan bagi perpustakaan FAH. untuk merubah image, perlu adanya perhatian total dari steakholder FAH.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: