Archive for Juli, 2004|Monthly archive page

Perpustakaan Fakultas Adab Berorientasi Bisnis

Perpustakaan Fakultas Adab Berorientasi Bisnis 
Jakarta, Derita UIN – Perpustakaan merupakan pendukung utama bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Tanpa perpustakaan, mustahil ilmu pengetahuan berkembang. Tetapi, yang terjadi di Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) berbeda. Perpustakaan berfungsi ganda. Tempat membaca dan rental komputer.
            

Puluhan mahasiswa terlihat sibuk membaca. Di tengah kesibukan itu, dua orang terlihat serius mendiskusikan isi buku yang telah dibaca sesaat yang lalu. Barisan buku tersusun rapi turut menambah suasana intelektual.

Perpustakaan FAH yang terletak di lantai 4, setiap harinya selalu dipenuhi pengunjung. Berbagai alasan mengunjung perpustakaan FAH, dari membaca, mencari bahan referensi untuk makalah, skripsi atau lainnya. 

Sekilas tak terlihat problematika yang terjadi didalamnya. Tetapi ketika di teliti lebih dalam, nuansa komerialisasi sangat kental. Keberadaan
lima unit komputer untuk disewakan kepada pengunjung membuat nuansa ruang kumpulan jendela ilmu pengetahuan menjadi bias. Perpustakaan FAH merangkap rental komputer.

Tak jadi masalah, siapa pun boleh menyewakan komputer, jika keberadaannya di luar ruang perpustakaan, terlebih di luar kampus. Dari segi harga, rental di sana memang standar dan mengikuti harga pasar, Rp 1000 per jam dan ngeprint  Rp. 400 per lembar. Tetapi keberadaannya bisa saja mengganggu pengunjung lain yang ingin serius membaca dan melakukan penelitian.Salah satu dosen Jurusan Ilmu Perpustakaan, Saefudin al-Rasyid mengatakan keberadaan penyewaan (rental) komputer sangat menggangu pengguna perpustakaan ketika membaca. “Rental yang dijadikan fasilitas mahasiswa sah-sah saja sejauh tidak bertentangan dan tidak memakan tempat. Tapi rental yang ada di perpustakaan sedikit-banyak mengganggu pengguna perpustakaan yang sedang membaca atau yang lainnya. Lebih ideal dan relevan jika rental komputer yang ada di perpustakaan FAH itu kalau terpisah.” tegasnya.

Seharusnya lima unit komputer, ruang khusus ber-AC, bagian dari fasilitas yang di harus di terima pengunjung, tanpa harus dimintai bayaran. Mengapa? Karena komputer merupakan satu unit dari buku. Proses penelusuran dan pengembangan ilmu pengetahuan akan lebih efektif ketika terdapat komputer jika di sana tidak ada nuansa komerialisasi!! (alp)