mulanya, sebuah prasangka yang betul-betul salah, aku melihat sebuah pergerakan identik dengan komunis gaya baru. apalagi yang sering mengeluarkan kata sosial demokrat, wah, itu sudah laten bukan hanya bersentuhan dengan komunis tapi disebut biang komunis. kurang ajar bukan? setelah dulu kubilang, fantastis!
kini, orang yang berbicara demikian lebih baik di dapur saja, mengurus tungku lebih baik ketimbang berkoar tanpa pertimbangan. tugas kita, memberi kesempatan agi mereka untuk tidak melulu melihat dengan kacamata kuda.
sejak sejarah manusia ada selalu ada yang diatas dan dibawah, selalu ada yang berkuasa dan rakyat jelata.
secara idealnya memang harus kita perjuangkan pemerataan,kesejahteraan dan hal-hal lain yang bersifat ideal, masalahnya semua itu tidak bernyawa , yang bernyawa adalah pelakunya. dan pelakunya tersebut manusia yang tidak akan puas hanya makan nasi dengan lauk daging saja. selalu ada keinginan yang tidak mampu diredam.
siapa yang mampu untuk mengatur manusia , wong tuhan sendiri hanya memberikan panduan dan teladan, ternyata hal tersebut tidak mampu mengubah manusia yang menurut aristoteles adalah binatang yang berbicara.
seharusnyalah kita tidak usah membicarakan orang lain , kita harus melihat diri kita, apakah kita seperti apa yang kita ucapkan. semua yang kita ucapkan ,kita inginkan,kita pikirkan akan mendapatkan porsi yang seharusnya. dan sesuai dengan apa yang kita lakukan.
Perjalanan Sengit Menuju Kemandirian
mulanya, sebuah prasangka yang betul-betul salah, aku melihat sebuah pergerakan identik dengan komunis gaya baru. apalagi yang sering mengeluarkan kata sosial demokrat, wah, itu sudah laten bukan hanya bersentuhan dengan komunis tapi disebut biang komunis. kurang ajar bukan? setelah dulu kubilang, fantastis!
kini, orang yang berbicara demikian lebih baik di dapur saja, mengurus tungku lebih baik ketimbang berkoar tanpa pertimbangan. tugas kita, memberi kesempatan agi mereka untuk tidak melulu melihat dengan kacamata kuda.
sejak sejarah manusia ada selalu ada yang diatas dan dibawah, selalu ada yang berkuasa dan rakyat jelata.
secara idealnya memang harus kita perjuangkan pemerataan,kesejahteraan dan hal-hal lain yang bersifat ideal, masalahnya semua itu tidak bernyawa , yang bernyawa adalah pelakunya. dan pelakunya tersebut manusia yang tidak akan puas hanya makan nasi dengan lauk daging saja. selalu ada keinginan yang tidak mampu diredam.
siapa yang mampu untuk mengatur manusia , wong tuhan sendiri hanya memberikan panduan dan teladan, ternyata hal tersebut tidak mampu mengubah manusia yang menurut aristoteles adalah binatang yang berbicara.
seharusnyalah kita tidak usah membicarakan orang lain , kita harus melihat diri kita, apakah kita seperti apa yang kita ucapkan. semua yang kita ucapkan ,kita inginkan,kita pikirkan akan mendapatkan porsi yang seharusnya. dan sesuai dengan apa yang kita lakukan.
pengumuman: ini alamat e-mail LS-ADI yang baru..!
studiaksi@yahoo.com