Ray Rangkuti

Lajang Mandailing (orang sering menyebutnya Batak, padahal sungguh berbeda antara Batak dan Mandailing) ini adalah salah satu pendiri LS-ADI pada tahun 1996.
Sejak tahun 1992, ia menginjakkan kaki di Ciputat dan bergabung dengan Formaci (Forum Mahasiswa Ciputat). Di Formaci saat itu, watak gerakannya sudah sangat menonjol. Bersama Abdul Rahman ia mengorganisir demonstrasi di Ciputat dan sekitarnya.
Berikutnya, ia terlibat penuh dalam pengorganisasian aksi-aksi di Jakarta, dan sempat ikut mandegani lahirnya Forum Kota (Forkot), FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa seJabotabek), dan Forma (Forum Mahasiswa) Indonesia.
Ketika eberapa tokoh, termasuk Cak Nur dan Goenawan Mohamad berinisiatif mendirikan KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu), Ray ada di dalamnya. Ia bertahan di lembaga ini hingga akhir masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal di sana, tahun 2005.
Saat ini dia menjabat sebagai Direktur LIMA (Lingkar Madani untuk Indonesia), lembaga yang dibuat untuk mengkritisi proses demokratisasi Indonesia.
bersambung….
===================
Kliping Berita dan Artikel
85 comments so far
Leave a reply





[...] Oleh : Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) [...]
hmmm, dia tak lagi muda sebenarnya tapi selalu ingin muda selamanya…
Please call me to tell you the truth, hehehe
vitalitasmu di dunia aktivisme sudah terbukti. kini saatnya membuktikan di wilayah yg lebih real. apalagi kalo bukan rumah tangga!! ayo bang!!
Wah…kalau tak mau dibilang muda, percuma dong membujang.Hehehe…
SUARA KARYA
Parpol Baru Nasib Lama
Ray Rangkuti
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia
Kamis, 4 Januari 2007
Bak jamur di musim hujan, setiap menjelang perhelatan pemilu, partai politik muncul di mana-mana. Animo masyarakat begitu tinggi untuk mendirikan partai politik.
Begitu juga kondisi menjelang Pemilu 2009. Paling tidak 70 partai politik telah mendaftar ke Depkum HAM. Nama partai begitu beragam. Tapi beberapa nama hanya bersifat bolak-balik dari nama lama.
Memang, sistem politik kita tak membatasi kehadiran parpol. Sistem proporsional memungkinkan siapa saja mendirikan parpol untuk alasan dan tujuan apa pun selama sesuai dengan tujuan dasar bangsa dan negara.
Tetapi bukan karena itu maka pendirian parpol dibuat asal jadi. Bukan sekadar persoalan kepemimpinan, tetapi lebih dari itu: penyiapan infra dan suprastruktur merupakan kewajiban pokok dalam pendirian parpol.
Selain itu, kecermatan membaca suasana dan angin politik juga semestinya menjadi salah satu tolok ukur bagi parpol baru. Dengan demikian, parpol tak sekadar menjadi terdaftar, lalu ikut pemilu ala kadarnya, dan berakhir di papan nama.
Bagaimana angin politik nasional bagi pendirian parpol saat ini? Jika kita rajin membaca semangat, cara pandang, dan sikap masyarakat terhadap parpol, jelas yang terlihat adalah pesimisme dan kehampaan atas keberadaan parpol. Itu sangat mendasar. Delapan tahun reformasi, dan dengan sendirinya era multipartai diberlakukan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat tak jua menjulang.
Tak pelak, elite politik dan parpol tentu mendapat kritikan dan sasaran protes terlebih dahulu. Jumlah parpol yang membeludak ternyata tak memberi kontribusi bagi perbaikan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Malah, dalam suasana seperti itu, tingkah-laku elite parpol yang lebih sering berkonflik internal menambah kesan buruk tersebut.
Sekalipun terjadi penurunan perolehan suara parpol, migrasi pemilih membuat suara itu tetap berputar dari satu parpol besar ke parpol besar lain. Migrasi tersebut hanya melahirkan “keajaiban” Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sementara lebih dari 20 parpol lain hanya mendapat serpihan migrasi dan kini terkena pembatas kesertaan pemilu berikutnya karena tidak dapat mengakumulasi suara 3 persen di legislatif.
Nasib yang sama, tampaknya, akan menghantui keberadaan parpol baru di masa datang. Bahkan, boleh jadi lebih parah. Sebab, persentasi partisipasi pemilih juga makin menurun. Itu terlihat dari suara dalam pemilu presiden putaran kedua yang hanya mencapai 70 persen dan dalam pilkada rata-rata persentase di bawah itu.
Tingkat partisipasi pemilih yang makin menurun dengan sendirinya berdampak signifikan terhadap perolehan suara parpol baru. Sebab, 50 persen dari 70 persen pemilih umumnya pemilih tetap yang menganut satu parpol secara tradisional atau emosional. Itu berarti hanya tersisa sekitar 20 persen suara mengambang yang bisa dijaring parpol baru.***
KOMPAS
Rabu, 04 Mei 2005
Menolak Pilkada Simsalabim
Oleh Ray Rangkuti
PERNYATAAN banyak anggota KPUD tentang minimnya persiapan pilkada langsung Juni 2005, merupakan persoalan serius. Jika dilihat dari alokasi waktu yang tersedia, penyelenggaraan pilkada tidak memiliki cukup waktu.
Bila pemungutan suara untuk pilkada dilaksanakan paling lambat 27 Juni, maka waktu efektif yang tersedia tinggal beberapa hari saja, tidak cukup normal untuk hajatan sepenting itu. Selain waktu, ketidakjelasan alokasi dana APBN dan APBD, kesiapan personel, mulai munculnya ketegangan dan protes-protes masyarakat, sosialisasi yang minim, juga merupakan faktor yang mengkhawatirkan.
Harus diingat, pelaksanaan pilkada langsung merupakan kegiatan politik daerah yang bersifat baru. Meski peristiwa pemilu merupakan kegiatan rutin lima tahunan, dan telah dilaksanakan berulangkali-termasuk pemilu presiden dan wakil presiden di mana sistem dan mekanisme pemilunya hampir sama dengan pelaksanaan pilkada langsung-tetapi tidak dengan sendirinya kita berasumsi bahwa segala hal akan mudah dilaksanakan. Berbekal pengalaman pengelolaan pemilu sebelumnya, tetapi melupakan tantangan yang muncul oleh situasi dan perbedaan lain, merupakan kealpaan yang dapat mencederai pilkada langsung yang demokratis dan berkualitas.
Peraturan pemerintah sebagai faktor
UU No 32/2004 menggariskan keterlibatan pemerintah dalam pembuatan regulasi pelaksanaan pilkada. Setidaknya keterlibatan itu dinyatakan dalam lima pasal. Yakni Pasal 65 Ayat (4) tentang tata cara pelaksanaan masa persiapan dan masa pelaksanaan, Pasal 89 Ayat (3) tentang pemberian bantuan kepada pemilih cacat fisik, Pasal 94 Ayat (2) tentang pemberian tanda khusus di TPS, Pasal 111 Ayat (4) tentang tata cara pelantikan dan pengaturan pasangan terpilih, dan pasal 114 ayat (4) tentang tata cara menjadi pemantau pemilihan dan pemantauan pemilihan serta pencabutan hak sebagai pemantau.
Meski tertulis hanya dalam lima pasal, kenyataannya hampir seluruh tahapan pelaksanaan pilkada amat tergantung pada regulasi pemerintah. Tanpa mengacu regulasi itu, seluruh keputusan KPUD tentang petunjuk teknis pelaksanaan pilkada tak dapat ditetapkan. Ketergantungan itulah yang membuat salah satu aspek mengapa regulasi KPUD tentang pilkada terlambat diterbitkan. Hal sama menjadi dasar argumentasi bagi DPRD untuk tidak segera membentuk panwas pilkada.
Sayang, pemerintah seolah tak memiliki perasaan urgen atas penetapan PP Pilkada. Padahal, jika dilihat dari aspek waktu, masa bagi penerbitan PP Pilkada memiliki cukup waktu. Terhitung sejak UU No 32/2004 ditetapkan 15 Oktober 2004, setidaknya ada waktu dua bulan (dengan asumsi jadwal pilkada selama 180 hari, dimulai Januari 2005) untuk menerbitkan PP Pilkada. Atau jika pelaksanaan pilkada dipadatkan lima bulan (150 hari) masih ada waktu untuk menyelesaikan PP Pilkada selama tiga bulan. Jadi keterlambatan penetapan PP Pilkada dengan aneka alasan dan faktor seperti dikemukakan pemerintah, tampak kurang memiliki basis argumentasi yang rasional.
Menunda pilkada
Sekarang, bagaimana mencari solusi atas keresahan anggota KPUD itu? Apakah alternatif penundaan pilkada dimungkinkan? Untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus memerhatikan aspek legalitas penundaan pilkada.
Berbeda dengan UU No 12/2003 dan UU No 23/2003, UU No 32/2004 tidak memuat tata cara penetapan dan pelaksanaan penundaan pilkada. Dalam UU No 12/2003 dan dalam UU No 23/2003 penundaan pemilu dapat dilakukan apabila di sebagian atau seluruh daerah pemilihan terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, atau bencana alam yang mengakibatkan sebagian atau seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu tidak dapat dilaksanakan (Pasal 119 Ayat 1 UU No 12/2003 dan Pasal 74 Ayat 1 UU No 23/2003).
Satu-satunya alasan yang diperkenankan UU No 32/2004 untuk menunda pilkada hanya berkenaan dengan adanya salah satu calon atau pasangan calon yang berhalangan tetap pada saat dimulainya kampanye sampai hari pemungutan suara sehingga calon kurang dari dua pasangan. Maka pilkada dapat ditunda selama 30 hari (Pasal 63 Ayat 3). Atau salah satu calon atau pasangan calon berhalangan tetap setelah pemungutan suara putaran pertama sampai dimulainya hari pemungutan suara putaran kedua, maka tahapan pilkada dapat ditunda selama 30 hari (Pasal 64 Ayat 1). Di luar dua ketentuan itu, penundaan pilkada tak dapat diperkenankan.
Karena luput dinyatakan dalam UU, ketentuan penundaan pilkada lalu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 17/2005 tentang Perubahan atas PP No 6 Tahun 2005. Pada Pasal 149 Ayat 1 dan 2 disebutkan, penundaan pilkada dapat dilaksanakan karena ada bencana alam, kerusuhan, gangguan keamanan, dan atau gangguan lain di seluruh atau sebagian wilayah pemilihan yang mengakibatkan seluruh atau sebagian tahapan pemilihan tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
Bila seluruh tahapan pilkada gubernur dan wakil gubernur tidak dapat dilaksanakan maka penundaannya ditetapkan dengan keputusan presiden setelah diajukan oleh gubernur atas usul KPUD provinsi melalui pimpinan DPRD provinsi. Jika hanya di sebagian tahapan, cukup dengan keputusan Menteri Dalam Negeri setelah diajukan gubernur atas usul KPUD provinsi melalui pimpinan DPRD provinsi.
Penundaan seluruh dan sebagian tahapan pilkada langsung di tingkat kabupaten/kota diajukan gubernur kepada Menteri Dalam Negeri dengan tembusan kepada bupati/wali kota atas usul KPUD kabupaten/kota melalui pimpinan DPRD kabupaten/kota.
Kalimat “gangguan lainnya” dalam ayat itu dijelaskan lebih lanjut dalam penjelasan Perpu No 3/2005 yang menyebutkan, faktor belum tersedianya dana, perlengkapan, personel, atau keadaan wilayah pemilihan, pilkada langsung dapat ditunda.
Mengambil inisiatif
Dengan menimbang berbagai kendala pelaksanaan pilkada langsung, dan adanya dasar hukum yang kian jelas, sudah sewajarnya KPUD mengambil inisiatif untuk mempertimbangkan alternatif penundaan pilkada. Menunda pelaksanaan pilkada dua atau tiga bulan (dapat dilaksanakan bulan Agustus atau September) merupakan solusi yang rasional. Dengan begitu akan ada waktu lebih lapang bagi KPUD guna menyusun jadwal dan program pilkada yang lebih terencana dan partisipatif. Pada saat bersamaan, partisipasi masyarakat juga dapat ditingkatkan. Dengan begitu, kita terhindar dari kemungkinan melaksanakan pilkada simsalabim, semata-mata bertujuan hanya untuk pilkada sendiri, bukan demi menegakkan dan mencapai proses demokrasi yang sehat.
Ray Rangkuti Direktur Eksekutif KIPP Indonesia
Tegakkan Keadilan di Negeri Indonesia yang mulai Hancur Ini.. SLANK “BANYAK OMONG DIKIT ACTIONNYA” jadi itulah dulu…. SELF CORRECT-lah. itulah yang terpenting.. bagaimana kamu bisa memberi kalau kamu tak memiliki. nah untuk itulah perlu semangat yang berapi=api dari para critiker untuk trus mendukung dan menyampaikan aspirasi yang tidak ditanggapi oleh Wakil Rakyat ‘Katanya” prakteknya gak. eh malah Bos Rakyat Mikirin uang aza. Pening Deh liat Perwakilan kita yang duduk di bangku sana…..
aku rasa mereka akan kena “MISTERI ILLAHI 100) mati buncitan karena KORUPSI
Bang Rai… Bang Rai….
MAENKAN…..!!!!!
Oh di sini kah bank Ray Rangkuti Bermukim…
……………………….
Salam kenal kepada aktivis yang memperjuangkan nasib rakyat yang berasal dari mandailing. kepemerintahan indonesia mengalami disfungsi dalam perjalanannya, berawal dari melayani rakyat dengan baik menjadi pemerintah yang hanya memberi ketidakadilan, ketidaknyamanan dan menjadi pendusta yang mengumbar janji-janji semu. kami rindukan udara segar yang hadir di pagi hari dan semoga indonesia ini dapat sesegar pagi hari. semangat dan semoga sukses….
Bang Ray, makasih sudah mau diwawancarai seputar pilkada DKI 2007. Saya dan Ernadi senang sekali. kapan-kapan kami mau ketemu Bang Ray lagi untuk diskusi dan minta bagi ilmu dari Bang Ray. trims
…ha ha..pengen ketemu aja nih Bang Ray…
aku pengen mendirikan LSM mohon bantuan untuk pengarahan, sekian dulu dan salam kenal, aku tinggal di Bekasi dan membuka Kantor Hukum “REMICY dan REKAN”,kantor ada di Kalimalang Raya. Terima Kasih Wassalam dari kami Iwan Rangkuti
salam kenal bang ray
ass….bang ray.ehm.iya enakan dipanggil bang daripada bapa…….cuma satu maju terus pantang mundur..salam kenal
puji
Assalamualikum
Assalamualikum Bang,
Horass Horass, Horass
Semoga Abang Sehat, sehat saja, sebenarnya saya dah lama ingin ketemu sama abang nih, sambil martarombo tarombo ita, tp kenalkon majolo
Gorarku Aspan Rangkuti
TTL : Pasar Maga
Aropku adongdo kom niabang dimaga, Jungada au marcarito dot kakak Nisra (Bang Goiril )markoum do ita dabo ning ia,
Saima jolo abang, lain kali ma isambung
Salam
ASPAN RANGKUTI
Semangat…Maju tak Gentar..!!!
Assalaamu’alaikum…
Taqabbalallohu minnaa wa minkum. Kullu ‘aamin wa antum bi khoir. minta tolong, ada yg tahu no hp-nya ustadz ray rangkuti (bang ray), kasih tau dong pls! atau sms saya di no +20162278772, makasih bnyak, dan salam kenal semua. Hidup ustadz ray, semoga Allah swt selalu melindunginya dari kejahatan penguasa lalim beserta oknum2nya.
Undangan Diskusi
“UU Pilpres dan Politik Dinasti”
Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat
Jam 13.00-17.00
Ray Rangkuti (Dir LIMA)
Ferry Mursyidan Baldan (Komisi II)
Gandjar Pranowo (PDI-P)
Hadar Gumay (Cetro)
Senen, 10 Nopember 2008
Untuk Aspan rangkuti dan mulya
Betul di Maga ada famili/koum nami. Tepatnya di depan sekolah SD/SMP persis belokan menuju ke arah KOta Nopan. Saya sendiri, sewaktu dulu tinggal di panyabungan, sering do tu Maga. Sekalian mulak tu Kota Nopan, ziarah tu mandiang ompung nami. Tepat na di Singengu, donok tingon bagas godang na di singengu.
Untuk Mulya dapat dihubungi di 021 70552690.
Untuk Jayadi,
Makasih juga Jayadi. Tapi bila berkenan, pengen juga kita hasilnya d kirim ke emailku di ray2rangkuti@yahoo.com
Makasih sebelumnya.
Puji,
panggil aja bang. Soalnya kan belum berkeluarga. Hehehe…
Pak Irwansya RKt
Insya Allah. Bila ada waktu luang, tentu menyenangkan dapat bersilaturrahmi.
PDI-P Punya “Mega Yunior”, Golkar?
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Megawati Soekarnoputri
/
Artikel Terkait:
* Sistem Pemilihan Presiden Sudah Selesai di Konstitusi
* RUU Pilpres Matikan Regenerasi Politik
* UU Pilpres Lemah dan Melanggar Konstitusi
* Indonesia Tak Akan Menangis seperti AS
* Tak Ada Figur Pemimpin Ideal, Golput akan Capai 40 Persen
Selasa, 11 November 2008 | 15:28 WIB
JAKARTA, SELASA — Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, pesan reformasi yang mengamanatkan pentingnya regenerasi politik tak terwujud setelah reformasi berjalan selama 10 tahun.
Ia memberikan catatan bahwa hingga saat ini tidak muncul figur-figur pemimpin baru. Bahkan, menurutnya dua partai besar, PDI-P dan Golkar pun tak mampu mencetak regenerasi politisi di partainya.
Hal itu dikatakan Ray dalam diskusi “UU Pilpres, Demokrasi, atau Oligarki Partai?” di Jakarta, Selasa (11/11). “Golkar saat ini hanya bertumpu kepada sosok Jusuf Kalla. Setelah itu siapa? Kita belum lihat figurnya. PDI-P juga selama 42 tahun hanya mampu mencetak Megawati. Belakangan baru muncul Mega Yunior (Puan Maharani). Bisa dikatakan, regenerasi politik kita macet,” kata Ray.
Kondisi ini menurut Ray juga akan berimbas pada Pemilihan Presiden 2009. Mereka yang muncul adalah muka-muka lama. Apalagi, syarat dukungan capres yang ditentukan UU Pilpres juga menutup ruang banyaknya calon yang maju. Rakyat hanya akan terbatas pilihannya kepada Megawati atau Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden.
Demikian pula pilihan calon wakil presiden. Dalam perkiraannya, hanya akan memunculkan Jusuf Kalla atau calon lain yang juga “stok lama”. “Karena itu, saya hanya bisa mengatakan, tinggalkan presiden yang mewariskan kekuasaannya kepada anak cucu, tinggalkan presiden yang ragu-ragu. Pilihlah presiden yang warna kulitnya hampir sama dengan Obama,” kata dia sambil tertawa.
Pilpres 2009 akan menarik jika muncul calon-calon “liar” atau calon yang tak diprediksi sebelumnya.
Inggried Dwi Wedhaswary
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Selasa, 11 2008 21:08 WIB
Ketimbang Golput, Tulis Presiden Pilihan Sendiri
Penulis : Kennorton Hutasoit
JAKARTA–MI: Masyarakat diminta jangan golongan putih (golput) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 nanti. Daripada golput lebih baik menuliskan nama calon presiden pilihan sendiri di surat suara.
“Ini penting, daripada golput lebih bagus tulis calon presiden pilihan sendiri. Setidaknya masyarakat punya tokoh oposisinya. Kalau pun tidak mungkin terpilih, tapi secara informal capres yang ditulis masyarakat itu memiliki legitimasi publik,” kata Direktur Nasional Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (11/11).
Ray mengatakan publik tidak perlu khawatir nama yang ditulis di surat suara itu tidak direkapitulasi KPU. “Kita harus mendorong KPU agar merekapitulasi nama-nama pilihan rakyat yang ditulis di surat suara capres. Kalau KPU tidak bersedia kita akan terus berjuang mencatat dan merekapitulasi sendiri,” katanya.
Menurut Ray salah satu cara untuk mencatat atau merekapitulasi jumlah capres yang ditulis pemilih sendiri dengan bekerja sama dengan lembaga survei dan pemantau. “Kalau KPU tak mau merekapitulasinya, kita bekerja sama dengan lembaga survei dan pemantau agar mencatatnya. Paling tidak kita bisa mengetahui persentase nama-nama usulan publik di luar capres yang diusung parpol,” katanya.
Ray mengusulkan penulisan nama capres pilihan masyarakat sendiri pada surat suara, karena upaya DPR yang hanya mengutamakan kepentingan parpol membatasi jumlah capres yang bisa ikut di Pilpres 2009. “RUU Pilpres membatasi hanya dua atau tiga pasangan capres dengan persyaratan 20% perolehan kursi DPR atau 25% perolehan suara nasional. Kita tak perlu golput karena capres pilihan kita tidak masuk dalam kategori itu, kita bisa lakukan upaya dengan menulis capres sendiri di surat suara,” katanya. (KN/OL-03)
Rakyat Juga Bisa Punya Capres!
KOMPAS/PRIYOMBODO
Selasa, 11 November 2008 | 15:56 WIB
JAKARTA, SELASA — Wacana golongan putih (golput) menjelang Pemilu 2009 kembali mencuat. Sejumlah tokoh mewadahkan diri dalam sebuah kelompok dan menyatakan siap mengusung calon dari golput.
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan, rakyat Indonesia tak perlu golput. Jika capres yang tercantum di surat suara hanya dua pasang, jangan khawatir. Tulis saja capres Anda sendiri. Lho kok? “Ya jangan golput, itu tindakan sia-sia. Sudah ada 38 parpol kok masih golput. Kalau di surat suara presidennya cuma dua, itu kan calon dari partai. Rakyat juga bisa mengajukan calonnya. Waktu pemungutan suara, tulis saja nama calon yang Anda mau. Nanti KPU disuruh list siapa saja nama yang muncul. Itu baru presiden pilihan rakyat,” kata Ray dalam diskusi UU Pilpres di Jakarta, Selasa (11/11).
Menurutnya, tindakan yang tak salah jika rakyat menentukan calonnya sendiri. Sebab, calon-calon yang muncul hanyalah calon yang dikehendaki partai, bukan rakyat. “Partai maunya siapa, kita juga boleh menentukan maunya siapa,” ujar dia.
Inggried Dwi Wedhaswary
Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
Assalamu’alaikum
Salam kenal bang ray..
Met iedul adha y!
Anda sudah berhasil sukses di rantau, tapi tahu kah anda bahwa jalan ke Kampung kita Pagur masih harus manyuruk dia antara semak-semak…
Mudah-mudahn bisa sama-sama kita perjuangkan untuk kemajuan kampung kita..
Wassalam
Fatah Nasution
UNDANGAN AKSI
Kepada saudara/i, kawan-kawan yang baik
Mari bersama-sama untuk menunjukan solidaritas dan pemihakan kita terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina dalam bentuk aksi massa, yang dilakukan pada :
Hari/tanggal : Senen, 5 Januari 2009
Jam : 10.00-12.00
Tempat : Kedutaan Arab Saudi, Jl. M.T Haryono
Tema : meminta dukungan nyata negara-negara Arab atas perjuangan kemerdekaan Palestina
Kumpul jam 09.30 di sekitar kedubes
Demikian undangan ini kami buat. Atas perhatian dan partisipasinya, kami ucapkan banyak terima kasih.
Jakarta, 2 Januari 2009
MASYARAKAT INDONESIA untuk KEMERDEKAAN PALESTINA
Ray Rangkuti
Chalid Muhammad
Gheis Chalifah
Dani Setiawan
Lingkar Studi-Aksi untuk Demokrasi Indonesia (LS-ADI) Jakarta
dimana dan gimana untuk bergabung sebagai pemantau pemilu 2009 di wil kab batang jawa tengah?
ass….bang kalo ada demo lagi ngajak2 kita ya, soalnya kita mau ikutan juga…oya bang dapat salam dari teman2 and salam kenal ya
ass..bang…aku pengen sekali ikut acara2 demo, aku termasuk salah satu istri dr teman abang…namanya total…abang kenal kan sama total
assalamualaikum bang ray, pa kabar nih? lama gak ketemu. msh tinggl di ciputat? terakhir kt ketemu di Nikahan atep di Cilandak. kapan2 ane telp. boleh? thx
Sukses Selalu! Iman alumni TH Cpt. inget?
WS
Untuk bung Adri
Saya sendiri kurang tau banyak lembaga pemantau disekitar Jawa Tengah, khususnya Batang. Mungkin infonya dapat dicari ke KPUD Batang.
Selamat berpantau ria ya.
Untuk Ritanti
Total? Insya Allah saya kenal. Tapi agar tidak salah duga, mungkin sedikit data beliau dapat diungkapkan. Insya Allah, lain waktu bila ada kesempatan, tentunya dapat ikut.
Terus semangat dan bela Palestina !
Untuk Ritanti
Salam kenal juga. Tapi siapakah kawan-kawan kita itu? Hehehe…Soalnya nampaknya banyak.
U WS
tentu boleh. Kapan2 kita selalu siap ditelp.
Lebih lengkap tentang Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) dapat diakses melalui blog : lingkarmadani.blogspot.com
Kedutaan Arab Saudi Didemo Tuntut Hentikan Agresi Israel
Wicaksono – Jakarta, Aksi unjuk rasa yang dilakukan di Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta adalah wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap masyarakat Palestina.
Demikian dikatakan aktivis politik Fadjroel Rachman yang ikut serta dalam aksi unjuk rasa menentang agresi militer Israel di Kedubes Arab Saudi, Senin (5/12) siang ini.
Menurut Fadjroel, aksi unjuk rasa kali ini lebih difokuskan ke Kedutaan Besar Arab Saudi karena negara itu memiliki kekuatan untuk menghimpun negara-negara Timur Tengah untuk bersatu membantu rakyat Palestina.
Dimulai pukul 10.00 WIB tadi pagi, sedikitnya 50 orang yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Indonesia untuk Palestina menggelar aksi di depan Kedubes Arab Saudi di Jalan MT. Haryono, Jakarta untuk mengimbau negara-negara Timur Tengah segera membantu Palestina.
Rencananya mereka akan melanjutkan aksi tersebut ke Kedubes Mesir di Jakpus. Sementara arus lalu lintas di Jalan MT. Haryono terpantau ramai lancar, tampak beberapa anggota kepolisian bersiaga di lokasi aksi. (heh)
Catatan FADJROEL:
Sekitar pukul 10:30, saya (Fadjroel), Chalid Muhammad, Ray Rangkuti berkumpul disebelah Carrefour MT Haryono sambil menunggu teman2 lain dan persiapan peralatan aksi, spanduk dll. Saya dapat bagian mengangkat karton bertuliskan : FREE, FREE, FREE PALESTINE. Sekitar pukul 11:00 di Kedubes Arabsaudi sudah penuh polisi, satpam, dan jurnalis. Ray Rangkuti jadi korlap, lalu satu persatu bicara, setelah Ray, ada ustad…, lalu saya, lalu Chalid, kemudian juga Anies Baswedan (rektor Univ.Paramadina), Usman Hamid, dll. Ada bung Aquino dari Jurnal Perempuan juga hadir. Pada intinya, saya mengatakan ini adalah keprihatinan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina di Gaza, apapun agamanya. Warganegara Indonesia terikat karena Mukadimah UUD 1945 tegas mengatakan “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” Arab Saudi dapat berperan aktif di Timur Tengah untuk menekan Israel dan AS secara ekonomi (minyak), politik (pusat Islam karena menjaga Mekah dan Medinah). Kemudian kami bertiga: saya, Chalid dan seorang aktifis berwajah timur tengah diijinkan masuk ke Kedubes Arab Saudi, kami ditemui seorang yang mengaku PEJABAT KEDUTAAN dan didampingi penerjemah orang Indonesia, anehnya PEJABAT KEDUTAAN ARAB SAUDI itutidak mau menyebut nama sampai pertemuan selesai sekitar 15 menit. Kami menyampaikan salam kepada Raja Arab Saudi, dijawabnya Insya Allah, lalu Chalid membaca statement, saya menambahkan bahwa bila Arab Saudi melakukan embargo minyak ke AS seperti tahun 1973 tentu AS akan menekan Israel dan menghentikan serangan terhadap Palestina, dijawab SANG PEJABAT itu bahwa dunia Islam sekarang berbeda-beda kepentingan, tidak mudah disatukan, tetapi kata dia Arab Saudi membantu makanan, uang, dll untuk Palestina. Tentu saya tidak puas dengan pertemuan dengan PEJABAT TINGGI KEDUBES ARAN SAUDI TANPA NAMA itu, tetapi pesan kami sampai kepada mereka bahwa Arab Saudi dapat berperan lebih menekan Israel bahkan AS yang selalu mendukung apapun yang dilakukan Israel dengan “bargaining position” ekonomi (minyak), politik negara2 Islam. Insya Allah Rabu (7 Januari) kami akan mendatangi Kedubes Mesir, dan Jumat (9 Januari) Kedubes Inggris. Terimakasih atas dukungannya. Sekali lagi FREE, FREE, FREE PALESTINE, Stop the barbaric kiling of Palestine women and chlidren.. Praying for the victims!
Umat Islam Dunia Harus Ambil Sikap Tegas
By Republika Newsroom
Senin, 05 Januari 2009 pukul 21:08:00
JAKARTA — Umat Islam harus bersikap tegas terhadap aksi militer yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Umat Islam di seluruh dunia harus berani mendesak semua pihak agar menghentikan pembantaian yang terjadi di Palestina.
”Opini di masyarakat saat ini sepenuhnya pro Palestina. Namun tidak dengan pemerintah di negara-negara muslim,” ujar Anis Baswedan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina, di Jakarta, Senin (5/1).
Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina yang merupakan gabungan lintas ormas, kemarin (5/1) siang, melakukan aksi demo ke kantor Kedubes Arab Saudi. Para pendemo meminta agar pemerintah Kerajaan Arab Saudi bersikap tegas menentang aksi militer yang dilancarkan Israel terhadap Palestina.
Turut serta dalam aksi tersebut wakil dari GP Anshor, Koalisi Anti Utang (KAU), Kontras, LSADI (Lingkar Studi Aksi untuk Demokrasi Indonesia), CIRUS (Center for Indonesia Regional and Urban Studies), Lingkar Madani Untuk Indonesia (LIMA), dan PB Pemuda Al-Irsyad.
Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 12.30 WIB ini antara lain mendesak pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk menggunakan potensi minyak mereka untuk melakukan embargo ekonomi terhadap Israel dan Amerika Serikat, sebagai negara sekutu.
”Kami meminta negara-negara Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, mau menggunakan kekuatan mereka untuk melakukan embargo politik dan ekonomi kepada Amerika dan Israel,” papar Chalid Muhammad, salah satu perwakilan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina, usai bertemu dengan pejabat tinggi Kedubes Arab Saudi.
Selain Chalid, dua orang perwakilan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina turut serta menemui pejabat tinggi Kedubes Arab Saudi. Mereka adalah Gais Kholifah dari PB Pemuda Al-Irsyad dan Fajrul Rohman.
Perwakilan dari Kedubes Arab Saudi yang menerima ketiganya, ungkap Gais, berjanji untuk menyampaikan tuntutan dari Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina kepada Raja Arab Saudi. ”Mereka katakan (pemerintah Arab Saudi) sudah membuat resolusi. Namun, ada perbedaan kepentingan diantara negara-negara Timur Tengah,” jelas dia.
Setelah Kedubes Arab Saudi, menurut Koordinator Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina Ray Rangkuti, aksi serupa juga akan dilakukan ke Kedubes Mesir, Kedubes Inggris, dan Kedubes Jerman. ”Kita akan terus menggalang dukungan masyarakat internasional sampai Israel benar-benar menghentikan aksi militer mereka,” tandasnya.
Posisi Indonesia, tambah Anis Baswedan, sudah jelas menentang tindakan yang dilakukan Israel. ”Sekarang tinggal bagaimana (pemerintah) Indonesia menggalang dukungan internasional agar maumenghentikan kekejaman yang terjadi di Palestina,” ujar Rektor Universitas Paramadina ini. dia/pt
Kamis, 2009 Januari 08
Demo Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina
Demo Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina
Kecam Agresi Israel, Kecam Diamnya Negara Arab
Jakarta, 5/1/2009
Sekitar 100 pemuda dari Masyarakat Indonesia Untuk Kemerdekaan Palestina mendatangi Keduataan Besar Saudi Arabia di Jalan MT Haryono Jakarta untuk menyampaikan protes terhadap sikap diam pemerintah Arab Saudi terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza, hari ini Senin, 5 Januari 2009. Sejumlah anggota organisasi Islam Al Irsyad, Garda Kemerdekaan, Kontras, Walhi, ICW, tampak dalam barisan pemrotes.
Para pemrotes berkumpul di halaman Kedubes Arab Saudi membawa bendera Palestina, poster dan spanduk bertuliskan : “Solidaritas Damai untuk Palestina – Hentikan Agresi Kemanusiaan”. Sejumlah poster lain berbunyi : Stop Holocaust di Gaza, Saudi Budak Amerika, Putuskan Hubungan Dengan Israel, Raja Arab Takut Israel, Hentikan Tragedi Kemanusiaan, dan banyak lagi.
Sejumlah orator bergantian menyampaikan aspirasinya sembari menuntut peran aktif Kerajaan Arab Saudi sebagai negara Islam terbesar di kawasan Timur Tengah. “Arab Saudi jangan hanya kaya sendirian dan membiarkan bangsa Palestina dibombardir oleh tentara Israel. Lawan dong Israel. Raja Arab harus bertanggung jawab atas krisis di Gaza,” ujar Ray Rangkuti.
Massa menyambut dengan teriakan “Allahu Akbar” dan “Raja Arab Pengecut”.
Dalam orasinya, Ketua Kontras Usman Hamid mengatakan, “Israel bukan saja harus bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan tapi juga telah melanggar hukum humanitarian internasional dimana warga sipil non-combatan tidak boleh menjadi sasaran perang. Israel patut dikecam, dan negara2 Arab juga harus dikritik karena membiarkan bangsa Palestina menjadi korban.”
Orasi sempat terhenti saat Adzan Dzuhur bergema.
Setelah satu jam, tiga orang wakil pemrotes yang diterima pihak Kedutaan Arab Saudi keluar dengan wajah pesimis.
“Pihak kerajaan (Dubes Saudi) tampaknya sangat tidak suka dengan kedatangan kami. Officer yang
menerima kami bahkan tidak mau menyebutkan nama dan jabatannya,” kata Chalid Muhammad, dalam keterangannya kepada para wartawan. “Tapi seluruh aspirasi teman2 sudah disampaikan,”sambung mantan Direktur Nasional Walhi Indonesia itu.
Sebagian pemrotes kemudian melanjutkan aksinya ke Kedubes Mesir di Teuku Umar, sebagian lagi bubar jalan. Lalu lintas di sekitar Kedubes Arab agak tersendat namun tetap lancar (***).
Orasi di depan kedubes Mesir, liat di
http://www.videoblogs.com/visor_youtube.php?web=youtube&id=ndiyAOg8Taw&clave=Kedubes&pagina=1
Wakil Dubes Mesir Terima Pengunjuk Rasa
Kamis, 8 Januari 2009 – 13:19 wib
Share
Sholla Taufiq – Okezone
JAKARTA – Empat orang perwakilan dari Masyarakat untuk Kemerdekaan Palestina yang berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Mesir di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, diterima oleh Wakil Duta Besar Mesir untuk RI Amer Nazmi yang didampingi dua pejabatnya, Muhayad Eldare dan Ahmed Husit.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 30 menit itu perwakilan pengunjuk rasa yang dikoordinir oleh Ray Rangkuti menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah Mesir terkait konflik antara Israel dan Palestina di Jalur Gaza.
Mereka menuntut tindakan lebih dari Mesir untuk membuat Israel menghentikan serangannya ke Palestina.
“Bukannya seharusnya ada tindakan lebih dari sekedar rekomendasi, tapi pihak kedubes hanya diam,” ungkap Ray kepada wartawan usai pertemuan, Kamis (8/1/2009).
Ray juga menceritakan, saat mereka bertanya mengapa pintu gerbang Rafah ditutup, Wakil Dubes menjawab bahwa hal itu bertujuan untuk menyelamatkan warga Palestina.
“Terkait perjanjian Camp David, menurut mereka perjanjian itu ditandatangani karena kondisi darurat,” tandasnya.(lam)
Agresi Israel ke Palestina
Mesir Didesak Buka Gerbang Rafah
8 Januari 2009 – 15:23 WIB
Hervin Saputra
VHRmedia, Jakarta – Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina berdemonstrasi di Kedutaan Besar Mesir, Jakarta, Kamis (8/12). Mereka mendesak Mesir membuka Rafah, gerbang perbatasan Mesir – Palestina yang merupakan pintu masuk pengiriman bantuan ke Palestina yang terhambat selama penyerbuan Israel.
Juru bicara aksi Ray Rangkuti mengatakan, penutupan pintu gerbang Rafah menunjukkan sebenarnya Mesir melindungi penyerangan Israel terhadap Palestina. “Justru dengan ditutup, bantuan kemanusiaan terhambat,” ujarnya.
Awal Januari 2009 Presiden Mesir Hosni Mobarak menyatakan menutup gerbang Rafah bagi pengungsi Palestina. Gerbang Rafah hanya dibuka setelah ada persetujuan Israel. Mobarak beralasan tanggung jawab keamanan perbatasan berada di tangan Israel.
Menurut Ray, sebagai sesama negara Arab, Mesir juga perlu memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel. Hubungan diplomatik itu dianggap melukai warga Palestina. “Harus ada tindakan lebih dari sekadar rekomendasi.”
Menurut Ray, saat ditemui Kedutaan Mesir menanggapi desakan pemutusan hubungan diplomatik dengan Israel itu dengan diam. Padahal Mesir secara tidak eksplisit sebenarnya tidak mengakui Israel sebagai negara. “Hanya secara tidak eksplisit,” katanya.
Danny Setiawan, peserta aksi, menilai penyerbuan Israel atas Palestina merupakan siasat untuk mengatasi krisis keuangan di Amerika Serikat. Dengan menyokong penyerbuan Israel, industri senjata AS akan meningkat sejalan bertambahnya permintaan. “Krisis merupakan bagian penting dari serangan Israel,” katanya. (E4)
Foto: VHRmedia/Hervin Saputra
ass…bang masa gak tahu total, waktu acara Pembekalan Caleg Muda BM PAN di depok kan abang ketemu sama total
Ass bang ray..
kawan kawan kita adalah orang orang yang ingin Indonesia berubah lebih baik ke depannya karena begitu banyak agenda yang mesti kita lakoni berdasarkan kemampuan warga bangsa..
bangsa yang sakit ini butuh dokter yang mampu mengobatinya akankah datang seorang peramal yang mampu menerjemahkannya..jika itu seorang ray rangkuti..tertanam kepercayaan di pundak komitmennya..lima ( lingkar madani ) adalah senjata yang mampu menggoncang nusantara..
salam berjabat pemikiran
Untuk temen2 aktivis Lingkar Madani..salam perjuangan untuk demokrasitisasi di Indonesia!
Buat Mas Ray Rangkuti, Berjuang terus!
Sebagai warga Indonesia, saya sungguh prihatin dengan persiapan pemilu 2009. Bagaimana tidak, KPU sebagai penyelenggara, baik di pusat maupun daerah, ternyata sama-sama konyolnya. Kurang begitu memperhatikan undang-undang pemilu sebagai acuannnya.
salah satunya seperti terjadi di Jateng, di mana KPU Daerah, dengan seenaknya mengangkat kembali PPK (Panitia Pemilih Kecamatan) yang sebelumnya jadi PPK untuk pemilihan Gubernur Jateng menjadi PPK untuk Pemilu 2009. Secara aturan, jelas ini melanggar UU no 22 tahun 2007 pasal 42 terkait perekrutan PPK. Sebab, PPK Pilgub tidak bisa secara otomatis dipakai untuk pemilu 2009. Lebih-lebih, saat ini masih ada waktu untuk melakukan penyegaran anggota PPK dan tidak ada hal luar biasa yang mengharus KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten/kota mengangkat kembali PPK.
secara aturan, PPK mestinya dilakukan melalui mekanisme yang jelas, yakni lewat seleksi fit and proper test. Namun, di Jateng, KPUD membuat aturan main sendiri dengan mengangkat PPK Pilgub. Hal ini, secara tidak langsung mengebiri hak-hak masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi mensukseskan Pemilu dengan menjadi PPK.
Tetapi, meski ada pelanggaran itu, aktivis maupun LSM pro Demokrasi tidak ada yang bersuara.
Mungkin Lingkar Madani bisa mengkritisi persoalan seperti ini. sebab, PPK merupakan salah satu unsur terpenting sukses tidaknya pemilu nanti. Bila anggota PPK diambil secara asal-asalan, maka secara tidak langsung akan juga berpengaruh pada kualitas pemilu 2009.
aji di Kudus
U Adliani
Salah satu persoalan kita yagn utama saat ini memagn mencari pemimpin yang kita percaya tegus memegang amanah. Itulah salah satu perjuangan yang harus kita lakukan.
Itu bukan gampang, tetapi mungkin juga tidak sulit. Bila kita semua berada dalam kemauan selalu ada cara yang tepat untuk mewujudkannya.
Maju terus dengan kawan-kawan komunitas ya !
U kawan Aji
tahapan pemilu ini dilalui dengan banyak ketentuan yang tak jelas, saling tafsir dan tumpang tindih.
Soal PPK itu salah satunya. KIta sangat mendukugn bila kawan-kawan terus melakukan advokasi pelanggaran peraturan pemilu.
Maju terus !
U Rina
Ya, kalau Total aku kenal. Benar, kami ketemu di Depok. Salam ya untuk beliau.
Maju terus !
UNDANGAN UJI PUBLIK
Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Nasional
dan Center for Indonesian Regional and Urban Studies (CIRUS)
mengundang kawan-kawan, saudara/i untuk hadir serta dalam acara ” Uji Publik Visi, Misi dan Program Caleg Aktivis dan Kaum Muda”, pada :
Hari/tanggal : Minggu, 1 Februari 2009
Jam : 10.00-13.00
Tempat : Rumah Makan Koetaradja, Jalan Senen Raya No 10 (seberang hotel OASIS AMIR), Senen, Jakarta Pusat
Acara : Uji Publik Visi, Misi dan Program Caleg Aktivis dan Kaum Muda
Bersama : 1. Budiman Soedjatmiko (Caleg DPR RI PDI-P, Dapil Jawa Tengah VIII)
2. Sarbini (Caleg DPR RI Partai Demokrat, Dapil Banten III)
3. Rama Pratama (Caleg DPR RI PKS, dapil DKI Jakarta I (2)
4. Iwan Dwi Laksono (Caleg PKB)
5. Wanda Hamidah (Caleg PAN DPRD, Jakarta Selatan)
6. Boston Manurung (Caleg DPR RI PPI, Jabar I)
6. Dita Indah Sari (Caleg PBR)*
Demikian undangan ini kami buat, atas partisipasinya, kami ucapkan banyak terima kasih.
Jakarta, 24 Januari 2009
Ray Rangkuti (Dir. Lingkar Madani untuk Indonesia)
Andrinof Chaniago (Cirus)
bang ray..
sepakat kata abang karena proses jua yang menentukan seorang pemimpin..dalam bukunya bank the poor nya muhammad yunus..ada suatu hal yang kita bisa petik yaitu konsisten yang melelahkan membutuhkan kesabaran..saya hanya mendoakan agar abang punya umur panjang untuk menjadi pemimpin bangsa ini kelak maju terus LS ADI good luck LIMA..kapan kapan mau ya kita undang untuk memberikan pandangannya ke kita kita, kaukus kaum muda PAN yang bersifat non formal guna meningkatkan kemampuan pemetaan dan penguatan analisa persoalan kebangsaan.
bang ls-adi akan melakukan muktamar yang ke XII sekitar akhir februari,
mohon masukannya buat ls-adi ke depan?
terima kasih…
ls-adian
bang ray..
sungguh memprihatinkan banget gelaran acara uji publik caleg caleg muda dari angkatan 98..iwan mengeluh, budiman mengerut,nova menjerit, asep menggelepar, kamal terelentang dan rama ruarrrr biasa…sesungguhnya yang kita harapkan dari pertemuan pertemuan tersebut bukanlah soal dana mendanai atau sejauhmana kemampuan pembiayaana seorang caleg akan tetapi apa yang sesungguhnya yang ingin dicapainya atau program khususnya dalam mebangun bangsa ini..kalo cuma bermimpi anak kecil juga bisa..kalo mau berkhayal anak sd pun udah pintar menghayal..ternyata caleg caleg tersebut tong kosong nyaring bunyinya..gimana nurut bang ray padahal pemuda adalah pewaris tongkat musa..yang mampu membelah lautan merah..
assalamu alikum
horas… horas tondi madingin
salam kenal buat laeku… ray rangkuti
selmat berjuang buat ray rangkuti maju truss
pantang mundur buat dongan sahuta…
tapi jangan lupa kampung kita masih sangat terisolir
masih kategori desa tertinggal di wilayah mandailing natal
saya merasa sedih melihat jalannya kesana sangat hancur sekali,padahal daerah lain disana sperti sibanggor, dll janagankan jalan yang dilalui kenderaan sehari2 gangnya aja pun udah aspal bagus, kl bang ray pulang ke pagur jangan coba2 bawa kenderaan bagus. ntar nyesal mobilnya rusak berat, gmana ne bangg…
salamualikum
horasss…
hormat saya
Untuk Adliani
Makasih telah hadir dalam acara itu. Hehehe…memang banyak keluhannya. Tapi kita serahkan sepenuhnya pada yanghadir untuk menilai apakah mereka layak atau tidak. Apakah pernyataan-pernyataan mereka dapat dipercaya atau tidak dan begitu juga dengan keluhan-keluihannya. Hehehe
blog; lingkarmadani.blogspot.com
Untuk Pagur
Ya, sekitar 1,5 bulan yang lalu saya sempat ke Pagur. Tentu saja sedih melihatnya. Itulah kiranya penting untuk terus mendesak pemda membangun jalan yang memadai ke sana. Tetapi disamping itu, masyarakat juga harus berabi menuntut haknya. Hak mereka mendapatkan jalan yang layak.
Adapun kita hanya dapat memberi tekanan dan mungkin jalan advokasinya.
Tetap semangat ya.
sorry ya mengganggu numpang.. syukur kalau dibaca
99 LANGKAH MENUJU KESEMPURNAAN IMAN
01. Bersyukur apabila mendapat nikmat
02. Sabar apabila mendapat kesulitan
03. Tawakal apabila mempunyai rencana / rancangan
04. Ikhlas dalam segala amal perbuatan
05. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan
06. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan
07. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan
08. Jangan usil dengan kekayaan orang
09. Jangan hasad dan iri atas kejayaan orang
10. Jangan sombong kalau memperoleh kejayaan
11. Jangan tamak kepada harta
12. Jangan terlalu menghendaki akan sesuatu kedudukan
13. Jangan hancur karena kezaliman
14. Jangan goyah karena fitnah
15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri
16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram
17. Jangan sakiti ayah dan ibu
18. Jangan usir orang yang meminta-minta
19. Jangan sakiti anak yatim
20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar
21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil
22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid)
23. Lakukan solat dengan ikhlas dan khusyu
24. Lakukan solat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid
25. Biasakan shalat malam
26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah
27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat
28. Sayangi dan santuni fakir miskin
29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah
30. Jangan marah berlebih-lebihan
31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan
32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah
33. Berlatihlah untuk banyak berfikir
34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dpt dipenuhi
35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan
36. Jangan percaya ramalan manusia
37. Jangan terlampau takut miskin
38. Hormatilah setiap orang
39. Jangan terlampau takut kepada manusia
40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala
41. Berlakulah adil dalam segala urusan
42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah
43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala
44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran
45. Perbanyakkan silaturrahim
46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam
47. Bicaralah secukupnya
48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya
49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu
50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur
51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin
52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga
53. Makanlah secukupnya, tidak kekurangan dan tidak berlebihan
54. Hormatilah kepada guru dan ulama
55. Sering-sering bershalawat kepada nabi
56. Cintai keluarga Nabi saw
57. Jangan terlalu banyak hutang
58. Jangan terlampau mudah berjanji
59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara
60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti bercakap-cakap yang tidak berguna
61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh
62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar
63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu
64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita
65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi
66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya
67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita
68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan
70. Jangan melukai hati orang lain
71. Jangan membiasakan berkata dusta
72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian
73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab
74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan
75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
76. Jangan membuka aib orang lain
77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berjaya dari kita
78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana
79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan
80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya
81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara
82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain
83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara
84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa
85. Hargai kejayaan dan pemberian orang
86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan
87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan
88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kemamapuan diri kita
89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan jasmani atau fikiran kita menjadi terganggu
90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana
91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita
92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina
93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya
94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban
95. Sambutlah huluran tangan setiap orang (pastikan aurat) dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan
96. Jangan memaksa diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri
97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan
98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerosakan
99. Jangan berjaya di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang
Hallo Bang Ray…
Bagaimana kabarnya nih, kapan lagi bisa main ke banjarmasin, kabar-kabarin ya kalo kesini biar bisa ketemu lagi…
Tetap Semangat Bang, Maju Terus ‘n GBU…
Salam Perjuangan
U Paulke
Apa kabar juga. Belum tau. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Banjarmasih selalu memikat, karenanya, selalu ingin ke sana.
Maju terus juga ya. Sukses untukmu selalu
Kabar baek bang…
oke di tunggu lagi kehadiran nya di kota seribu sungai bang…
hari ini senin tanggal 16 Maret 2009, I Gusti Putu anggota KPU menyampaian di Apa Kabar Indonesia Pagi TV One dalam wawancara via telepon bahwa kartu suara sudah dicetak 100 persen. sementara pada minggu malam sebelumnya tanggal 15 Maret 2009, informasi masih ada sekian persen(saya lupa)yang belum dicetak disampaikan beliau dalam acara Democrazy di Metro TV bareng sama Pak Rangkuti, kira-kira yang bener mana neeh. tolong kasih dong rakyat yang bodoh ini yang benar-benar saja jangan yang bohong, emangnya seneng kalau Indonesia jadi kacau ?
Halo bos, kenalkan nama sy bakhanizar als bakhtar,Putra Maga, tinggal di Jkt Jl.Asia Baru Tanjakan RT 005/Rw 004, Duri Kepa Jkt Brt. Sebenarnya sdh lama kenal ….nama Ray Rangkuti sejak dr KIPP dulu krn bbrp teman2 di Padang jg menjadi anggota KIIP, dan smpi skrg setelah di LIMA.Kapan….bs ktemu ni bos soalnya ngak sip lah klu cm kenal nama……,Acara Pertemuan Rangkuti di Menteng pd sabtu 21 Maret kamarin sebenarnya ingin ikut tp belum ada rezekinya, gmana pertemuan kemarin bang…….????? bgs dg tentunya ????
Salam kenal Bang, Nama saya Aditiya syaputra dan saya masih kuliah di umsu dan baru semeter dua, saya ingin sekali seperti Bang Ray, yang selalu memperjuangkan nasib rakyat, saya ingin belajar itu dari bang ray, jujur saya sangat Ngefans sama Bang Ray dan ngefans juga sama cara berfikir Abang, apa lagi Abang memiliki liberal yan begitu kuat.saya ingin menjadi aktivis yang selalu memperjuangkan bangsa ini, dan mementingkan nasib rakyat kecil, ya seperti Bang Ray ini lah.bisakah saya seperti bang Ray??
Untuk K. Bukari
Sewaktu di Metro TV, pak Putu menyebutkan beberapa data terakhir tentang pengadaan dan distribusi logistik pemilu. Tapi, seperti diketahui, data ini dengan cepat bisa berubah karena pada dasarnya data yang diungkapkan belum final.
Adapun data yang berbah-ubah itu, mungkin akibat fluktuasi percetakan dan distribusinya yang cepat tersebut.
Hanya, seperti disaksikan sendiri oleh K. Bukari, pak Putu berjanji bahwa semua logistik akan aman. Jika tidak, katanya, beliau siap untuk mundur dari anggota KPU.
Kita liat aja di tanggal 9 April 2009 yang akan datang.
Untuk Bahtar Rangkuti
Horas… apa kabar?
tentu, kapan waktu, dapat bertemu dengan kita. Mudah-mudahan ada waktu yang tepat.
Untuk Aditya
Tentu saja bisa dek Aditya. Kalau kemauan membantu masyarakat jalannya sepanjang mata melihat. Kemauan dan kerelaan untuk berbuat memang menjadi dasarnya.
Maju terus dan sukses dalam belajar dan pengabdiannya.
Saya selaku masyarakat Madina yang berdomisili tepatnya di Gunung Baringin
Kec. Panyabungan Timur, Sangat sedih melihat peta pembangunan yang ada di MADINA, dimana saya membaca di harian waspada edisi April 2009 tentang paparan rencana pemangunan PEMKAB Madina tidak satupun tercantum Pembangunan Jalan di KEc Panyabungan Timur (Gunung Baringin, Parmompang, Pagur, Tanjung, Ranto Natas, SIrangkap) Padahal KEcamatan ini adalah pemasok hasil bumi yang cukup besar untuk MADINA, saya tidak tau apa dosa dari Masyarakat Panyabungan Timur terhadap Pejabat Maupun Anggota Dewan (yang menyetujui) sehingga Desa2 Di kecamatan jalannya hancur2 hancuran sejak 1982 ga pernah di aspal. apakah karena waktu pemilihan Bupati dulu tidak ada suara mendukung Bupati sekarang..? sehingga Pembangunan itu tertumpah semua ke pantai barat (NATAL,BATAHAN, UTABUYUNG..) sana.. Haruskah Rakyat di Panyabungan Timur Menahan ketidak adilan dalam pembangunan ini hanya karena sentimen pribadi yang diabadikan Wallahu a’lam).
Harapan saya Dengan terpilihnya Wakil Rakyat yang baru ini dapat memberikan nuansa cerah bagi Panyabungan Timur.
Untuk Bang On mei
Selalu harus ada upaya untuk memperjuangkan. Watak pemda kita, di mana saja nampaknya, bukan melayani tetapi ingin dilayani.
Masyarakat harus berani mengeluarkan pandangan dan sikapnya.Tanpa itu, kita selalu akan diabaikan.
Maju terus dan sukses
Assalamu’alaikum, P’kabarnya bang?
Wah tambah sibuk aja nih………. sukses ya Bang…….
Ada yang tau alamat atau no tlp bang ray gak….
tolong bagi kegue donkkk….
tu sude alak mandailing salam kenal..
U Rina
Hehehe..makasih Rina
U Edy
Hai Dy, salam kenal. No ada, tapi via email ya. Tolong tulis email mu
Undangan Pengajian Konstitusi, ” Membedah Ekonomi Konstitusi,” bersama Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Jumat 19 Juni 2009, Jam 19.00-22.00, di Jalan Metro Alam IV, No 14, Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Assalamu’alaikum bang ray….
pa kabarnya? moga baik dan sukses selalu yah….
tampaknya sibuk bgt ya menjelang pemilu pilpres….
semoga kita dapat berjumpa lagi…
Assalamu’alaikum bang ray….
pa kabarnya? moga baik dan sukses selalu yah….
tampaknya sibuk bgt ya menjelang pemilu pilpres….
Hai Ela,
apa juga kabarnya? Biasalah, orang yang pilpres, kita yang ribut. Hehehe
ass. bang…
bang
apa ga ada rencana nyalon bupati MADINA 2010 nanti
soalnya udah mulai rame ni…
kalau ga abang mulai sekarang kapan lagi bang…
biar bisa maju Daerah kita bang….
kami dari masyarakat siap mendukung.
trims ya bang…
bang gmn kbrnya skr?ko sekarang ga ada kbr kmn ja?
salam kenal bang
berjuang untuk kemajuan
To PYB
Bo biado dongan, na poda adong rencana. Biar ma halak nalain ma jolo. hehe
To riki,
Hai riki, apa juga kabarnya?
IKUTI LOMBA KARYA TULIS FIKSI UNTUK KALANGAN SMP/SMA SE MANDAILING-NATAL
Sarat peserta
1.Pelajar SMU di Mandailing-Natal, 2. Menunjukan fotocopy kartu pelajar atau identitas lain yang menunjukan pelajar di Mandailing-Natal
Tema Tulisan
Bermuatan lokal : keindahan alam, lingkungan hidup, kepahlawanan, cerita rakyat, sosial, budaya, seni, adat-istiadat masyarakat Madina1. Cat: tidak diperkenankan menulis pornografi, anti suku, agama dan ras, fitnah, mengkampanyekan kejahatan sosial (seperti narkoba, pergaulan bebas, dll).
Persaratan Tulisan
1.Tulisan fiksi, diketik rapi, orisinil, dan berbahasa Mandailing
2.Panjang tulisan antara 7000 – 10.000 karakter
3.Diikirim ke : Jl. Lautze No Lautze No 62C, Pasar Baru, JakPus, 10710, Telp: 021 94034598
4.Naskah dikirim tanggal 10 Agustus – 20 September 2009
Dewan Juri :
1. Hamsad Rangkuti 2. Amir Husin Daulay. 3. Arie F. Batubara
Penyelenggara
Yayasan Syarif&Saudah
bekerja sama dengan Toko Buku Gerak-Gerik dan Penerbit Mizan